View Single Post
Old 3rd November 2014, 11:45 PM   #1
Sek Des
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2785
Posts: 234
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Kota Solo Dongkrak Pariwisata Lokal


Quote:
TEMPO.CO, Surakarta - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta masih melakukan persiapan pembuatan kalender wisata 2015. Menurut Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta Budi Sartono, persiapan materinya sudah mencapai 95 persen. "Tinggal menyesuaikan waktu penyelenggaraan beberapa acara. Karena panitia penyelenggara ada yang minta waktunya bersamaan," kata Budi ditemui, Senin, 3 November 2014.

Dia mencontohkan panitia penyelenggara Festival Payung dan Festival Gamelan sama-sama meminta jadwal penyelenggaraan pada 6 Juni 2015. Saat ini dia tengah meminta salah satu penyelenggara acara mengalah dan bersedia mengubah jadwal. "Pekan ini selesai," ujarnya. (Baca: Indonesia Surga Wisata MICE Dunia)

Selain itu, dia juga akan menggabungkan acara yang serupa. Misalnya Festival Ting untuk menyambut malam 21 Ramadan. Penyelenggaraan festival itu dilakukan di Keraton Surakarta dan kelompok sadar wisata di kelurahan. "Kami minta dijadikan satu," kata dia.

Budi memastikan segala kekurangan tersebut akan selesai pada pekan ini, supaya segera masuk tahap desain di percetakan. "Kami targetkan November ini sudah selesai dicetak dan Desember mulai dibagikan," katanya. (Baca: Mari Pangestu: Solo Batik Carnival Bisa Samai Karnaval Rio)

Budi menolak jika disebut pencetakan kalender agenda wisata terlambat. Menurutnya, untuk keperluan turis dalam negeri, penerbitan kalender sebulan sebelum akhir tahun, sudah terbilang bagus. "Kalau sasarannya turis asing, memang terlambat. Mereka biasanya merencanakan perjalanan sejak jauh hari," ujarnya. Dia berdalih selama ini memang menekankan kehadiran turis dalam negeri. (Baca: Solo Batik Carnival VII Digelar Hari Ini)

Budi mengatakan tahun depan ada beberapa agenda wisata yang baru pertama kali dilaksanakan. Seperti Festival Payung, Festival Bengawan Solo, Solo Great Sale, Solo Investment Trade and Tourism Expo, dan World Meditation Gathering.

Kemudian untuk acara unggulan seperti Solo Batik Carnival dan Solo International Performing Art akan tetap ada. Total ada 30 agenda wisata utama dan 28 agenda pendukung. (Baca: Paket Wisata Solo Batik Carnival Tak Diminati)

Secara terpisah, Ketua Asosiasi Wisata di Surakarta Daryono menilai agenda wisata tahun depan belum ada gebrakan yang bisa menarik banyak wisatawan. "Kebanyakan agenda rutin. Sudah biasa diselenggarakan," kata Daryono.

Dia berharap pemerintah tidak sekadar menyelenggarakan atraksi wisata, tapi juga memperhatikan kualitas acaranya. Termasuk soal konsistensi nama acara, lokasi penyelenggaraan, dan waktu seperti yang tercantum di kalender agenda wisata. (Baca: Solo Berpotensi Wisata Komunitas Kreatif)
sumber: tempo.co

Apa yang dilakukan kota Solo, wajib dicontoh kota-kota yang lain. Setuju?
agusjember is offline   Reply With Quote
Sponsored Links