View Single Post
Old 5th November 2014, 11:07 PM   #1
Sek Des
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2785
Posts: 234
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Menhan: Indonesia Harus Bisa Produksi Senjata Sendiri

Quote:


Jakarta, HanTer - Kementerian Pertahanan mengadakan pameran internasional produk-produk industri pertahanan, Indo Defence di Jakarta International expo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu ‎mengatakan pameran ini sebagai ajang kerjasama antara pemerintah dengan pihak swasta dalam mengembangkan riset dan memasarkan produk di pasar internasional.

Menurutnya, industri pertahanan nasional sudah waktunya bangkit dan unjuk gigi. Hal ini juga akan berpengaruh pada roda perekonomian jika industri senjara dalam negeri maju dan berkembang.

"Dalam konteks lebih luas, para peserta berbagi pengetahuan dan teknologi alat pertahanan di dunia. Ini merupakan bagian dari Promosi kedamaian dan kemitraan negara sahabat‎," katanya dalam sambutannya du JI EXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2014).

Selain itu dia juga ingin tidak lagi memakai senjata yang di impor dari luar negeri. Ke depan, para tentara Indonesia harus memakai senjata buatan anak bangsa.

"Ke depan kita akan membuat sendiri. Kalau sudah bisa membuat sendiri, apapun kita laksanakan," tegasnya.

Ryamizard mengatakan, saat ini Kementerian Pertahanan masih membeli Alutsista dari negara-negara lain. Namun, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini mengatakan pihaknya telah melakukan kerja sama dengan ahli teknologi untuk membantu membuat Alutsista sendiri.

"Kemudian kedepan kita akan buat sendiri. Kita sudah melakukan kerjasama dengan ahli teknologi," ungkapnya.

‎Ryamizard melanjutkan, pameran indodefence ke 6 ini diikuti oleh 671 perusahaan dari 52 negara. Pameran ini akan dikunjungi sekitar 20.000 orang baik dari dalam maupu luar negeri. "Pameran ini telah menjadi agenda resmi asosiasi industri pertahanan internasional," tuturnya.

Sementara itu, ‎Wakil Presiden Jusuf Kalla yang membuka pameran itu ‎mengatakan alat pertahanan yang canggih dapat memperkuat program poros maritim. ‎Menurutnya, poros maritim tidak akan berkembang baik dengan pertahanan yang kuat. Sebab, kekayaan laut tanpa industri pertahanan canggih tidak akan terkontrol keseluruhan.

"Tanpa alat pertahanan yang modern dan teknologi canggih. Bagaimana menghidupkan bangsa poros maritim dengan teknologi," katanya.

‎Oleh karena itu, lanjutnya, pameran alat perang ini diharapkan dapat memperkuat pertahanan bangsa dan negara. Pameran ini diharapkan menjadi ajang perdamaian antar bangsa. "Alat perang bukan dipakai untuk perang. Tapi bagaimana menciptakan pertahanan yang kuat," katanya.

Menurutnya, dewasa ini perang menjadi hal menakutkan masyarakat dunia. Sebab, negara yang memiliki teknologi canggih akan dengan mudah melumat negara yang tidak memiliki teknologi. Oleh karena itu, dengan adanya pameran semacam ini dapat saling tukar teknologi dengan negara yang lebih maju dibidang alat perang.

"Teknologi bukan hal mudah, butuh riset dan biaya yang mahal. Selain itu butuh kerjasama. Oleh karena itu pameran semacam ini bisa menjadi pertukaran teknologi pertahanan yang canggih," jelasnya.

Dia menambahkan, teknologi pertahanan wajib memiliki sumber daya manusia yang baik, infrastruktur yang memadai, dan kerjasama antar bangsa. Teknologi pertahanan juga bermanfaat untuk masyarakat luas secara keseluruhan.

"Pameran Indo Defence, ada kerjasama yang luas, industri yang saling menunjang. Teknologi yang bermanfaat perekonomian bangsa," imbuhnya.
sumber: http://www.harianterbit.com/read/201...enjata-Sendiri

Harusnya begitu untuk menjaga kedaulatan NKRI!
agusjember is offline   Reply With Quote
Sponsored Links