View Single Post
Old 6th November 2014, 12:47 PM   #1
Sek Des
 
Join Date: 30 Oct 2014
Userid: 2753
Posts: 301
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Wapres JK Buka Festival Ekonomi Syariah Internasional di Surabaya


Quote:
Surabaya -Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka seremoni Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2014 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI). Acara berlangsung 3-9 November 2014.

Acara digelar di Lapangan Makodam Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (5/11/2014) malam.

Hadir Gubernur BI Agus Martowardojo, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, pimpinan NU Hasyim Muzadi, perwakilan dari Gubernur Bank Sentral, Otoritas Moneter dari 57 negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), serta sedikitnya 30 ribu santri dari berbagai pondok pesantren di Jatim.

Para tamu beserta JK dan Agus Marto nampak mengenakan baju koko dan celana hitam dilengkapi peci hitam.

Acara diawali dengan lantunan sholawat badar yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan diikuti sedikitnya 30 ribu santri dari berbagai pondok pesantren di Jatim.

"Kita menerima tamu dari 57 negara-negara OKI. Sekitar 20-30 ribu santri ikut dalam acara sholawat badar, ini membawa kesan kepada dunia bagaimana Indonesia dan Jatim di mata mereka," ujar Agus

Agus mengatakan, acara ini sekaligus sebagai ajang pertemuan Gubernur Bank Sentral dan Otoritas Moneter negara-negara OKI yang merupakan Organsasi lintas negara terbesar di dunia setelah PBB.

"Organisasi Islam memiliki fungsi strategis di internasional. Acara ini dengan tujuan mengembangkan ekonomi syariah dan memperkenalkan kepada dunia tentang ekonomi syariah Indonesia. Kami meyakini ekonomi syariah akan jadi pilar penting yang akan mengantarkan Indonesia menjadi negeri makmur dan aman," ungkap Agus.

Dalam kesempatan yang sama, JK mengungkapkan, ekonomi syariah merupakan modal bagi bangsa Indonesia untuk terus maju.

"Bertemu dan membuka festival ekonomi syariah. Festival artinya bergembira. Kita umat Islam di Indonesia merasa bergembira karena kita semua. Penduduk kita 240 juta dengan berbagai agama, suku, dan kelompok tapi kita hidup berdampingan. Kekayaan alam kita besar dan tinggi. Kemajuan ditentukan dengan kerja keras kita semua, inovasi kita semua," tutupnya.
http://finance.detik.com/read/2014/1...al-di-surabaya
akiyamashinichi is offline   Reply With Quote
Sponsored Links