View Single Post
Old 9th November 2014, 11:47 AM   #1
Sek Des
 
Join Date: 26 Apr 2013
Userid: 967
Location: Jakarta, Indonesia
Age: 25
Posts: 570
Real Name: Nana
Likes: 1
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Selain Tiongkok, RI Jadi Tujuan Investasi Populer 600 CEO di Asia Pasifik



Negara Tiongkok, AS, Indonesia, Hong Kong-Tiongkok, dan Singapura merupakan tujuan investasi terpopuler para CEO di Asia Pasifik. Hal ini merupakan hasil survei terbaru dari PricewaterhouseCoopers (PwC).

Hasil survei PwC yang diluncurkan kemarin, menunjukkan tingkat keyakinan para CEO di Asia Pasifik terus menguat. Sebanyak 46% eksekutif korporasi di wilayah ini mengatakan mereka sangat yakin akan pertumbuhan selama 12 bulan ke depan, meskipun pertumbuhan ekonomi di Tiongkok, sebagai penggerak di wilayah Asia Pasifik melambat. Kepercayaan ini meningkat 10 poin dibandingkan tahun 2012 dan empat poin dari tahun lalu,

Hasil penelitian PwC yang diberi nama Visi baru untuk Asia Pasifik: Hubungan yang menciptakan landasan baru untuk pertumbuhan, mensurvei lebih dari 600 pimpinan bisnis (CEO) mengenai prospek bisnis di region Asia Pasifik. Penelitian tersebut dirilis hari ini dalam pertemuan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Beijing.

Survei tersebut mendapati bahwa 67% pemimpin perusahaan berencana meningkatkan investasi di wilayah APEC selama 12 bulan ke depan. Rencana investasi tersebut tersebar di masing-masing 21 negara anggota APEC, dimana Tiongkok, AS, Indonesia, Hong Kong-China dan Singapura menjadi tujuan investasi yang terpopuler.

Belanja modal merupakan bagian dari investasi tersebut; 57% responden mengatakan akan membangun atau memperluas infrastruktur sarana dan prasarana di negara-negara APEC selama 3 hingga 5 tahun ke depan. Sebagian besar juga berencana merekrut karyawan: 38% responden mengharapkan jumlah karyawan di perusahaan mereka meningkat secara global setidaknya sebesar 5% per tahun selama 3-5 tahun ke depan.

Hal yang mendorong keyakinan para CEO adalah sebuah visi dimana keterhubungan di wilayah Asia Pasifik semakin membaik, baik secara fisik maupun virtual, dan pandangan masa depan pertumbuhan ekonomi di setiap wilayah yang makin seimbang.

Misalnya, hampir 60% pemimpin perusahaan mengatakan saat ini mereka bersedia untuk berbagi wawasan dan sumberdaya dengan rekan bisnis mereka untuk mempercepat pengembangan produk dan mendapatkan akses ke pasar. Lebih dari 40% mengatakan perusahaan mereka akan merambah kombinasi bisnis di luar industri inti mereka.

"Saat ini, Asia Pasifik berada pada suatu titik balik seiring kemajuan teknologi yang bergerak melampaui batas negara sehingga menciptakan permintaan baru bahkan industri baru," kata Chairman PricewaterhouseCoopers International Ltd Dennis M. Nally dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/11/2014),

Survei ini menemukan bahwa perubahan yang digerakkan oleh data memberikan dampak bagi region ini; 57% CEO mengatakan mereka semakin yakin dengan kemampuan mereka untuk merespon perubahan pasar, dan separuh mengatakan mereka semakin terampil dalam memprediksi permintaan pasar. Para pejabat eksekutif ini sangat yakin akan kemungkinan untuk mencetak pertumbuhan (67%) dibandingkan perusahaan sejenis.

“Para CEO mencermati perlunya membuat terobosan untuk mengatasi halangan pertumbuhan usaha. Mereka ingin mewujudkan Trans-Pacific Partnership, untuk menangani permasalahan hak kekayaan intelektual dan mendorong keselarasan aspek regulasi di wilayah ini,” katanya.



SUMBER
miss_nha is offline   Reply With Quote
Sponsored Links