View Single Post
Old 11th November 2014, 07:35 AM   #1
Sek Des
 
Join Date: 30 Oct 2014
Userid: 2753
Posts: 301
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Berakhirnya Perseteruan di DPR



Quote:
VIVAnews – Perseteruan Koalisi Merah Putih versus Koalisi Indonesia Hebat di Dewan Perwakilan Rakyat, akhirnya dapat disudahi dengan jalan damai. Mereka telah mendapatkan titik temu yang tidak lama lagi nota kesepahamannya akan ditandatangani pimpinan dua kubu koalisi tersebut.

Lobi-lobi tingkat tinggi para elite itu berakhir di ruang kerja Ketua DPR Setya Novanto di Gedung Nusantara DPR, Senayan, Jakarta. Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Senin sore, 10 November 2014.

Kubu KMP yang hadir adalah Ketua DPR Setya Novanto, didampingi empat Wakil Ketua DPR, yakni Fadli Zon, Agus Hermanto, Taufik Kurniawan, dan Fahri Hamzah. Sekjen Partai Golkar Idrus Marham juga hadir dalam kesempatan itu. Sementara itu, dari KIH diwakili dua politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yaitu Pramono Anung dan Olly Dondokambey.

Nota kesepahaman islah Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih akan ditandatangani empat orang perwakilan dari kedua kubu. “Dari KMP, Pak Hatta Rajasa dan Pak Idrus Marham. Dari KIH, Pak Pramono dan Pak Olly," kata Fahri.

Namun, Fahri enggan menyebutkan di mana penandatanganan islah itu akan dilakukan."Pada prinsipnya, sudah enggak ada masalah," katanya.

Ketua DPR Setya Novanto, mengatakan masalah dualisme di DPR sudah selesai. Soal pimpinan alat kelengkapan dewan juga sudah diputuskan jalan keluarnya. "Antara Pak Pram (Pramono Anung), Idrus (Idrus Marham), dan kita sudah selesai," ujar Novanto.

Bendahara Umum Partai Golkar itu menyatakan dalam kesepakatan yang diambil dua koalisi, tidak akan melakukan pemilihan ulang pimpinan alat kelengkapan dewan. "Yang kocok ulang, nggak ada ya," kata dia. Setelah memberi keterangan singkat, mereka melanjutkan rapat secara tertutup.

Poin kesepahaman

Ada tiga poin penting dalam nota kesepahaman yang mereka capai. Yakni, tata cara penyelesaian, substansi apa yang diselesaikan, dan rencana revisi Undang-undang MD3 dan tata tertib.

"Mudah-mudahan, nggak sampai dua minggu selesai," ujar Pramono Anung.

Pram menyebutkan, jatah pimpinan yang akan didapat oleh Koalisi Indonesia Hebat lebih dari 16 pimpinan. "Pokoknya, semua ada di alat kelengkapan dewan. Mengenai jumlahnya lebih dari 16. Nggak ada penambahan komisi," ujar mantan Sekjen PDIP itu.

Butir-butir kesepakatan itu akan terlihat dalam sidang paripurna yang dijadwalkan Kamis 13 November 2014 mendatang. "Kamis ada Paripurna, sebagai syarat awal terbentuknya komisi, maka nama-nama itu akan dimasukkan," kata Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjadjaran tersebut.

Sementara itu, Fahri Hamzah menegaskan, ketiga poin itu menjadi acuan bagi kedua kubu untuk melakukan islah. "Pertama, sepakat masuk alat kelengkapan. Kedua, mengantisipasi perubahan dan penyesuaian nomenklatur dengan musyawarah mufakat. Ketiga, membangun keja sama dengan pemerintah," ujar Politikus PKS itu.

21 kursi

Koordinator Harian Koalisi Merah Putih, Idrus Marham mengatakan koalisi pro Joko Widodo itu akan mendapat jatah 21 kursi pimpinan di alat kelengkapan dewan. "21 semuanya," ujar Idrus di Gedung DPR, Jakarta.

DPR mempunyai 11 komisi dan lima alat kelengkapan dewan. Menurut Idrus, Koalisi Indonesia Hebat akan mendapat jatah di semua komisi dan badan. "Ke depan, setelah kesepakatan kita capai, maka kita harapkan kerja politik yang produktif di DPR ini. Ini memang yang ditunggu rakyat."

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Zulkifli Hasan mengatakan koalisi pro Jokowi akan mendapat posisi wakil ketua di alat kelengkapan dewan. "Penambahan komisi saya kira tidak, tetapi wakil iya," kata Zulkifli.

Politisi Partai Amanat Nasional itu menjelaskan, Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih sudah sering bertemu untuk mencari jalan islah. Pertemuan berlangsung di sejumlah tempat, termasuk di kediaman Ketua Umum PAN Hatta Rajasa.

"KIH tentu nanti akan berada di seluruh alat kelengkapan dewan. Tapi teknisnya berapa-berapanya itu, mudah-mudahan kalau nggak sore ini, ya besok sudah selesai," ujarnya.

Fadli Zon berharap tidak ada kendala untuk mencapai islah. Menurutnya, pertemuan, musyawarah, dan lobi sudah dijalankan. "Insya Allah ini mendekati akhir. Mudah-mudahan tidak ada kendala dalam 1-2 hari," katanya.

JK bersyukur

Akurnya dua kubu koalisi di DPR itu disambut baik Wakil Presiden Jusuf Kalla. Diminta tanggapannya atas kesepakatan itu, dia menjawab sumringah. "Bagus. Kita ucapkan syukur Alhamdulillah," ujar JK.

JK bersyukur atas bersatunya seluruh anggota DPR. "Ya, Alhamdulilah. Itu memang diharapkan. Itu menjadi contoh DPR dan seluruh masyarakat. Kalau DPR pecah, apalagi yang lain-lainnya kan," ujar mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

Para anggota DPR, menurut JK, akan secepatnya melaksanakan agenda kerja sesuai islah kedua kubu. Sementara itu, kata dia, pemerintah telah mulai menjalankan beberapa program-programnya, seperti peluncuran Kartu Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, dan Indonesia Sejahtera yang telah dilakukan Presiden Joko Widodo.

"Pasti. Pemerintah sudah bekerja," kata JK.
http://fokus.news.viva.co.id/news/re...eteruan-di-dpr
akiyamashinichi is offline   Reply With Quote
Sponsored Links