View Single Post
Old 13th November 2014, 09:35 AM   #1
Sek Des
 
Join Date: 26 Apr 2013
Userid: 967
Location: Jakarta, Indonesia
Age: 25
Posts: 570
Real Name: Nana
Likes: 1
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Menunggu Data China, IHSG Dibuka Melemah Tipis




Setelah sempat menguat selama dua hari kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka melemah. Pelemahan terjadi karena pelaku pasar menunggu keluarnya data ekonomi China.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Kamis (13/11/2014), IHSG melemah tipis 2,34 poin (0,05 persen) menjadi 5.046,24. Indeks saham LQ45 melemah 0,007 persen ke level 862,61.

Pelemahan indeks saham ini berlanjut pada pukul 09.00 WIB. IHSG dibuka turun 4,43 poin (0,09 persen) ke level 5.044,46. Indeks saham LQ45 juga turun 0,11 persen ke level 861,61.

Pagi ini, sebanyak 65 sagam bergerak naik dan 45 saham bergerak turun. Sementara itu, 61 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 7.325 kali dengan volume perdagangan saham 160,61 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 189,20 miliar.

Pada pagi ini, IHSG berada di level tertinggi 5.047,85 dan terendah 5.039,07. Secara sektoral, dari 10 sektor saham pembentuk indeks, ada lima sektor yang melemah dan lima sektor menguat.

Sektor yang melemah adalah perkebunan, pertambangan, industri dasar, infreastruktur dan keuangan. Sektor yang menguat adalah aneka industri, consumer goods, konstruksi, perdagangan dan manufaktur.

Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 2 miliar. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 2 miliar juga.

Analis PT Samuel Sekuritas, Tiesha Narandha Putri menuturkan, ada dua sentimen yang kemungkinan akan mempengaruhi gerak IHSG hari ini.

Pertama adalah sentimen regional. "Pelaku pasar menunggu data retail sales dan industrial production China yang akan diumumkan siang ini," jelasnya.

Sedangkan sentimen dari dalam negeri adalah sentimen dari pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Forum APEC dan juga berdamainya KMP dan KIH di DPR.

Pada pidato di hadapan CEO negara peserta APEC, Jokowi menjelaskan dia akan mengalokasikan subsidi BBM ke hal yang produktif. Jokowi juga ikut mengundang Investor untuk melakukan Investasi terutama infrastruktur pelabuhan, kereta api, MRT, perkapalan, dan power plant.



sumber
miss_nha is offline   Reply With Quote
Sponsored Links