View Single Post
Old 14th November 2014, 01:41 AM   #1
Sek Des
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2785
Posts: 234
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Empat Peneliti Raih Habibie Award 2014

Quote:


TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Yayasan SDM Iptek) memberikan Habibie Award periode XVI kepada empat peneliti yang telah berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Pemberian penghargaan itu dilakukan di Perpustakaan Habibie & Ainun di kawasan Patra Kuningan, Jakarta, Kamis, 13 November 2014. (Baca: I Gede Wenten Raih Habibie Award)

Ketua Pengurus Yayasan SDM Iptek Prof Dr Ing Wardiman Djojonegoro mengatakan program utama Yayasan adalah pemberian Habibie Award dan beasiswa S3 dalam negeri. “Pelaksanaan program ini sudah berlangsung sejak 1999 dan telah menganugerahkan Habibie Award kepada 47 orang serta memberikan beasiswa S3 kepada 87 orang,” ujarnya.

Habibie Award tahun ini diberikan untuk peneliti di empat bidang, yaitu ilmu dasar, ilmu rekayasa, ilmu sosial dan politik, serta ilmu kebudayaan.

Peneliti yang mendapatkan Habibie Award bidang ilmu dasar adalah Dr Eng Ferry Iskandar. Ia merupakan dosen di Program Studi Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung. Penelitiannya adalah membuat sebuah rekayasa bubuk untuk aplikasi obat-obatan yang berteknologi drug-delivery system.

Untuk bidang ilmu rekayasa, peneliti yang mendapat Habibie Award adalah Ahmad Agus Setiawan, ST, M.Sc, Ph.D. Dosen di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada itu telah menerima Energy Globe Award 2012 dari Energy Globe Foundation Austria. Hasil kajiannya berupa memetakan model pemberdayaan masyarakat untuk menerima teknologi energi terbarukan.

Peneliti ketiga yang menerima Habibie Award adalah untuk bidang ilmu sosial dan politik, yaitu Prof Dr Salim Said. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Republik Cek ini merupakan dosen di Universitas Indonesia. Ia telah menerbitkan 10 buku, 9 artikel, dan 13 publikasi di bidang sosial dan politik.

Penerima Habibie Award keempat untuk bidang ilmu kebudayaan yaitu Nobertus Riantiarno. Sutradara dan penulis ini merupakan pendiri Teater Koma di Jakarta. Bersama Teater Koma, hingga 2014, ia sudah menggelar 134 produksi panggung dan televisi.
sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/1...bie-Award-2014
agusjember is offline   Reply With Quote
Sponsored Links