View Single Post
Old 15th November 2014, 02:00 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 2 Nov 2014
Userid: 2780
Posts: 711
Likes: 0
Liked 4 Times in 4 Posts
Default 2014: Garuda mengembangkan sayap

Oleh Mayor Arm Oke Kistiyanto, S.AP.

Tahun 2014 menjadi tahun yang bersejarah bagi Indonesia. Tahun ini adalah pencapaian terbesar bagi Indonesia dalam kiprahnya ikut memelihara perdamaian dunia sejak 64 tahun pengabdian di organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (United Nations). Pencapaian ini dinilai dari kesiapan Indonesia dalam aspek penyiapan pangkalan maupun kemampuan operasional untuk mendukung misi perdamaian dunia (Peacekeeping Missions) serta keberhasilan beberapa putra Indonesia menduduki jabatan strategis di organisasi tersebut.

Kesiapan penyiapan pangkalan terlihat dengan diresmikannya kawasan Indonesian Peace Security Center (IPSC) oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 7 April 2014 lalu. Peresmian ini merupakan bukti keseriusan Indonesia agar dapat memberikan kontribusi besar dalam perdamaian internasional.

Kontribusi besar ini akan diwujudkan dengan visi target penyiapan 4000 personel pasukan perdamaian. Saat ini Indonesia berada pada urutan ke-17 negara kontributor terbesar pasukan perdamaian dunia dengan 1700 personel. Diharapkan dengan beroperasinya kawasan IPSC “7 in 1” secara penuh, maka target untuk masuk menjadi 10 besar negara kontributor pasukan perdamaian akan segera terwujud ke depannya. Nantinya IPSC dapat menjadi “sarang sang Garuda”, tempat lahirnya garuda garuda baru yang akan mengepakkan sayap ke seluruh misi perdamaian dunia untuk mengharumkan nama bangsa.

Target 10 besar bukannya sesuatu hal yang tak mungkin. Pada tahun ini Indonesia akan mempunyai 2 Batalyon mekanis yang dikirimkan ke dua misi perdamaian yang berbeda, UNIFIL di Libanon dan UNAMID di Darfur. Di Libanon, Indonesia telah memiliki 1 unit Maritime Task Force berkekuatan kapal kelas Sigma. 1 Squadron Heli Mi-17 juga siap dikirim ke UNAMID, Darfur. Selain itu Indonesia juga memiliki dua kompi Zeni yang bertugas di MINUSTAH, Haiti dan MONUSCO, Kongo. Rencananya Indonesia pada tahun ini akan mengirim 1 (satu) pesawat C-130 ke Kongo. Sedangkan kompi zeni yang di Haiti rencananya akan digeser ke Misi PBB baru di Afrika Tengah, MINURCAT.

Kepercayaan Dewan Keamanan PBB kepada Indonesia di misi baru MINURCAT, merupakan salah satu prestasi Indonesia membuka peluang baru di misi PBB untuk “mengembangkan sayap” ke seluruh dunia. Tercatat saat ini Indonesia sudah berkontribusi pada delapan misi PBB di seluruh dunia, MINUSTAH (Haiti), MONUSCO (Kongo), UNAMID (Darfur Sudan), UNIFIL (Libanon), UNISFA (Abyei Sudan), UNIMIL (Liberia), UNIMISS (Sudan Selatan) dan yang terbaru adalah MINURSO (Sahara Barat).

Kepercayaan PBB terhadap Indonesia juga tampak pada terpilihnya perwakilan satu orang Kolonel di UNDPKO (United Nations Departement of Peacekeeping Operations), Kolonel Inf Almuchalif Suryo. Beliau adalah orang Indonesia pertama yang bekerja di UNDPKO. Perlu diketahui bahwa pemilihan personel untuk bekerja di UNDPKO haruslah melalui tes yang sulit dan panjang. Beliau berhasil terpilih setelah mengalahkan 146 kandidat dari seluruh penjuru dunia yang menginginkan jabatan tersebut.

Selain Kolonel Inf Almuchalif Suryo, penunjukan Mayjen TNI Imam Edy Mulyono sebagai Force Commander MINURSO oleh Seketaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon merupakan pencapaian prestasi Indonesia tertinggi dalam kancah perdamaian dunia saat ini. Ini merefleksikan kepercayaan yang tinggi PBB atas peran dan kontribusi Indonesia sebagai Negara Penyumbang Pasukan (Troops Contributing Countries) utama pada berbagai misi perdamaian PBB. Perlu diketahui bahwa pemilihan seorang Jenderal sebagai Force Commander haruslah melalui rangkaian tes yang sulit dan panjang. Sejarahnya, 36 tahun yang lalu, Indonesia pernah memiliki seorang Force Commander pada tahun 1978 yakni Mayjen TNI Rais Abin. Beliau menjabat sebagai Force Commander United Nation Emergency Force (UNEF) II di Mesir yang membawahi 4.031 personel.

Berbagai keberhasilan yang diraih pada tahun 2014 ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia. Tantangannya adalah bagaimana Indonesia bisa mempertahankan pencapaian prestasi yang diraih saat ini. Tentunya tidak ada sesuatu yang instan, semua harus dilakukan dengan persiapan yang matang.

Dari segi penyiapan personel di level operasional, PMPP yang merupakan lembaga penyiapan peacekeeping terbesar dan terlengkap di dunia harus bisa beroperasi secara maksimal untuk pencapaian target 4000 personel ke depannya. Sedangkan penyiapan personel pada level strategis seperti pada jabatan di DPKO dan Force Commander. Maka pengkaderan perwira mulai dari level Pama, Pamen hingga Pati harus dibuat sedemikian rupa sehingga bisa lengkap Tour of Duty dan Tour of Areanya, baik di dalam negeri maupun di penugasan PBB. Terlebih lagi jika ingin meningkatkan pencapaian saat ini, misalnya untuk mendapatkan posisi jabatan bintang satu di DPKO atau jabatan bintang tiga untuk Force Commander, membutuhkan lobi yang kuat dari sisi politik dan analisa yang matang oleh unsur staf. Kedua unsur tersebut bisa didapat dari persiapan yang matang misalnya dimulai dari manajemen staf satu atap, penggabungan staf di Hublu dan Kermamil menjadi satu institusi di TNI AD yang dipimpin oleh seorang bintang satu atau adanya staf khusus Pati Ahli Kasad/ Panglima TNI yang mengurusi bidang Perdamaian Dunia.

Disisi lain Indonesia juga bisa meningkatkan pencapaian saat ini dengan menyiapkan personelnya untuk jabatan sipil strategis di PBB seperti jabatan SRSG atau Head of Missions. Peningkatan prestasi saat ini tidak akan bisa diperoleh tanpa adanya bargaining position yang baik di Dewan Keamanan PBB. Bargaining position yang baik merupakan kekuatan “softpower” yang paling efektif digunakan dalam diplomasi.

Dengan pencapaian masuk menjadi 10 besar negara kontributor pasukan perdamaian nantinya, merupakan bukti bahwa Indonesia adalah kekuatan regional dan salah satu “global player”. Ini merupakan bukti nyata Indonesia menjalankan amanah konstitusi secara maksimal yakni pembukaan UUD 1945 alinea ke-4, ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Semoga bisa terwujud.

Salam GARUDA !
Likes:(1)
supry is offline   Reply With Quote
Sponsored Links