View Single Post
Old 15th November 2014, 02:35 PM   #1
Sek Des
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2785
Posts: 234
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Komikus Lokal Tak Kalah dengan Komikus Dunia

Quote:


TEMPO.CO, Jakarta - Para komikus lokal Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah dengan komikus internasional. Di antaranya, anak-anak muda yang tergabung dalam re:On comics ini. Dengan berbagai prestasi internasionalnya, mereka siap membangkitkan semangat membuat komik-komik bermutu di tengah maraknya serbuan komik impor.

“Sejak 10 tahun lalu, kami punya impian agar komikus Indonesia bisa berkontribusi bagi perkembangan komik lokal serta ke depannya bersaing dalam percaturan komik internasional," kata Chris Lie, editor in-chief re:ON comics, majalah kompilasi komik yang terbit berkala secara nasional, Kamis, 13 November 2014.

Menurut Chris, ini perjuangan yang panjang,"Saya percaya bahwa komikus lokal tidak kalah dengan komikus internasional,” kata Chris.

Menurut Chris, idealisme ini tetap diusung sampai kapan pun oleh manajemen re:ON Comics. Idealisme tersebut diwujudkan dengan dalam melahirkan karakter-karakter yang memiliki semangat ke-Indonesia-an.

“Kami terus mendorong lahirnya sifat kepahlawanan bagi komikus lokal, kemudian berharap agar mereka juga terus membangun karakter kepahlawanan lokal untuk menghadang ‘pahlawan-pahlawan’ yang dibawa oleh komik luar negeri,” katanya.

Kebetulan di dalam re:ON Comics terdapat komik bertema pahlawan superhero berjudul Galauman karya Ockto Baringbing dan Ino Septian. Ockto sendiri merupakan komikus Indonesia yang meraih Silver Prize Awarddi International Manga Award di Jepang pada 2013.

Dikatakan oleh Andik Prayogo, creative director PT Wahana Inspirasi Nusantara yang menerbitkan re:ON Comics, nama re:ON memiliki arti ingin menyalakan kembali semangat para komikus Indonesia untuk membuat karya yang terbaik.

Untuk November 2014, akan diterbitkan edisi ke-10 atau telah memasuki tahun kedua sejak majalah kompilasi ini diterbitkan pertama kalinya pada Juli 2013.

“Di antara para komikus ada istilah ‘kutukan’ empat edisi. Sebab katanya komik cetak lokal seringkali dikutuk tidak akan bisa terbit melewati edisi keempatnya. Kami lega karena ternyata re:ON sudah berhasil melewati ‘kutukan’ itu dan sebentar lagi akan memasuki edisi ke-10 atau double-digit,” kata Andik tertawa.

Yang membuat dia gembira, ternyata perkembangan para komikus lokal Indonesia sangat pesat, karena banyak di antara mereka juga yang diminta untuk berkarya di luar negeri. “Artinya karya mereka bukan hanya di dalam negeri tapi juga dihargai sampai ke luar negeri.”(Baca : Dread Out, Game Horor Bandung Jadi Komik)

Is Yuniarto, salah seorang komikus, tertantang membangkitkan kisah-kisah kepahlawanan lokal. Pria kelahiran Semarang, yang sudah sering mendapat penghargaan komik itu, mengatakan membangkitkan nilai-nilai kepahlawanan di dalam komik menjadi nilai plus para komikus Indonesia, meskipun dinilainya hal itu bukan pekerjaan mudah.

Komikus yang membuat komik Grand Legend Ramayana di re:ONComics itu berharap Hari Pahlawan 10 November 2014 ini menjadi momentum juga bagi bangkitnya para komikus Indonesia untuk menghasilkan karya terbaik untuk bangsa dan negaranya.

Sementara itu, Yudha Negara Nyoman, salah satu pendiri PT Wahana Inspirasi Nusantara, menyampaikan keyakinannya bahwa ke depannya komik-komik karya anak bangsa pasti akan mampu menyaingi komik-komik impor.

“Kami telah turut berpartisipasi dalam menyediakan wadah bagi para komikus lokal untuk berkarya dan semogakarya mereka dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri sertake depannya bisa merambah industri komik internasional,” kata Yudha.
sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/1...ikus-Dunia/1/0
agusjember is offline   Reply With Quote
Sponsored Links