View Single Post
Old 16th November 2014, 11:37 AM   #1
Sek. RT
 
Join Date: 12 Nov 2014
Userid: 2839
Posts: 23
Likes: 0
Liked 1 Time in 1 Post
Default Pembangunan Rel Kereta Kaltim Butuh Dana Rp24 Triliun



SAMARINDA (beritatrans.com) — Pembangunan rel kereta api berikut infrastruktur pendukung di Provinsi Kaltim oleh Russian Railways mulai dari Kabupaten Kutai Barat, Paser, Penajam Paser Utara, hingga Kota Balikpapan diperkirakan membutuhkan biaya senilai Rp24 triliun.

“Estimasinya memang akan membutuhkan dana Rp24 triliun, tetapi penandatanganan MoU pada 2012 baru sepakat bahwa pihak Rusia berinvestasi 2,1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp21 triliun,” ujar Head of Regional Corporate Affair PT Kereta Api Borneo, M Yadi Sabianoor, perwakilan Russian Railways, di Samarinda, Jumat(13/6/2014).

Dari investasi kesepakatan yang senilai Rp21 triliun itu lanjut dia, untuk tahap awal investor dari Rusia tersebut menanamkan modalnya senilai 1,7 miliar dolar atau setara dengan Rp17 triliun.

Perkiraan investasi dari Rusia yang sebesar Rp24 triliun itu diyakini akan bisa berubah atau menurun lantaran akan banyak pihak yang terus berinvestasi guna menambah modal untuk merealisasikan pembangunan rel kereta api.

Perkiraan kebutuhan biaya yang mencapai Rp24 triliun itu bukan hanya untuk pembangunan rel kereta api, tetapi juga untuk pembangunan pelabuhan batu bara dan kelapa sawit, serta untuk pembangunan pembangkit listrik.

Rel kereta api tersebut untuk tahap awal akan digunakan sebagai angkutan batu bara dan kelapa sawit, sedangkan untuk jangka panjang tidak menutup kemungkinan akan dimanfaatkan untuk angkutan penumpang.

Saat ini katanya, proses izin sudah selesai dan sudah masuk pada tahap sosialisasi pembebasan lahan karena melibatkan lahan pertambangan batu bara, perkebunan, kehutanan, dan lahan milik rakyat.

Ia berharap pada 2015 proses pembebasan lahan di empat kabupaten dan kota tersebut dapat tuntas sehingga pada awal tahun 2016 sudah bisa dikerjakan, selanjutnya pada 2018 kereta apinya sudah bisa difungsikan.

Dalam pembangunan rel kereta api tersebut rencanya melibatkan investor dari tiga negara, yakni Rusia sebagai investor melalui PT Kereta Api Borneo, kemudian kontraktor pekerjaan fisik untuk lintasan dari Korea Selatan.

Sumber : http://beritatrans.com/2014/06/13/pe...-rp24-triliun/
night.hunter is offline   Reply With Quote
Sponsored Links