View Single Post
Old 21st November 2014, 10:56 AM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 2 Nov 2014
Userid: 2780
Posts: 711
Likes: 0
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Sengkarut Kontrol Udara Indonesia – Singapura


Bahasan tulisan ini masih senada dengan artikel edisi 29/10/2014, tentang: “Kemampuan Radar dalam Penguasaan FIR Singapura”. Mengapa bahasan ini diangkat kembali ?. Seperti yang sudah sudah, mungkin bahasan FIR maupun MTA pernah ramai dibicarakan di era tahun 2003 -2012, akan tetapi sengaja kami sajikan dengan nuansa yang berbeda .

Perbedaan di sini adalah mungkin di era tersebut , bahasan ini hanya seperti” selayang pandang” saja yang artinya bisa jadi hanya angin lalu dan tidak dianggap “serius” (mungkin) oleh pemerintah.

Kala itu perkuatan otot alutsista baru memasuki tahap deal dan finalishing, sehingga belum terlihat fisiknya. Oleh sebab itu di era itu, Pak SBY memakai taktik Thousand Friends Zero Enemy, yaitu sambil merangkul negara-negara sahabat, atau sekutu dalam arti kecil. Di dalam negeri terus disiapkan otot perkuatan militer Indonesia yang termaktub dalam MEF 1, 2, dan 3 yang sekarang akan diteruskan oleh Presiden Jokowi .

Bagaimana dengan saat ini ?. TNI saat ini sudah ada daya jual maupun daya tawarnya. Seperti bahasan maupun topik sebelumnya di sini, tabir kekuatan TNI sudah mulai dibabar dan dibuka sedikit antara lain oleh Bung Nar di lingkup Kemenhan (episode A-1 list, Akhirnya Era 3 Matra di depan Mata, serta Dan Narayana pun Menjawab). Belum lagi Ndan PS tentang alam bawah laut maupun permukaan. Juga Garuda Didadaku, serta Pemburu Rajawali (pemerhati Angkatan Darat ) apalagi Bung Satrio maupun Bung Jalo (Pemerhati Udara dan Edisi Kewiraan), serta para ahli di bidangnya di Forum JKGR ini yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Saya ucapkan pula terima kasih dalam membangun kepercayaan diri serta harga diri bangsa ini .

Sudah tentu sekarang, tidak hanya rakyat Indonesia mencoba menggugat, akan tetapi sudah dimulai oleh punggawa penjaga RI (TNI), antara lain dengan sergapan terhadap black fight secara continue (frekuensi lebih sering dibanding era 2003: Kasus Bawean F-18 Hornet di bawah USS Independence dan 2005 Kasus Insiden Pulau Roti oleh Angkatan udara australia).

Ya memang clue merebut kembali FIR tampaknya sudah dimulai dari sini (Ingat bahasan Bung Afiq – Negeri Ganda Mayit – dengan metode “by any means / dengan cara apapun).
supry is offline   Reply With Quote
Sponsored Links