View Single Post
Old 24th November 2014, 10:06 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Pengusaha Transportasi Darat Minta Subsidi Seperti Kereta &Kapal

Quote:
SOLO Keputusan pemerintah menetapkan kenaikan tarif angkutan umum tidak lebih dari 10 persen dinilai belum tepat. Pasalnya hanya beberapa angkutan yang merasakan kenaikan tersebut, contohnya salah satu penyedia jasa angkutan darat.
Assisten Presiden Direktur PO Rosalia Indah Group Eko Sumarso mengatakan, pemerintah memang menetapkan kenaikan tarif angkutan umum tidak lebih dari 10 persen. Namun tarif tersebut tidak berlaku untuk bus non ekonomi. Sedangkan PO Rosalia Indah, tidak termasuk bus ekonomi.

Menurut Eko, kenaikan tiket yang sudah ditetapkan pihaknya berbeda-beda, mulai dari Rp20 ribu sampai dengan Rp50 ribu. Untuk bus non AC itu harus naik Rp20.000, Patas naik Rp25 ribu, VIP naik Rp40 ribu, Super Executif naik Rp50 ribu.

"Yang namanya bus ekonomi itu tidak ada tambahan apa-apa. Itu yang termasuk bus ekonomi. Sedangkan PO Rosalia Indah, biar busnya non Ac, namun fasilitasnya menggunakan reclening seat, pakai TV, jadi tidak kena kenaikan 10 persen. Jadi mekanisme bukan mekanisme 10 persen. Tapi mekanismenya diserahkan ke pasar, kalau naik Rp20.000 laku, ya kita jual. Kalau enggak laku ya kita turunkan," jelasnya kepada Okezone, Minggu (23/11/2014).

Kenaikan harga tiket baru tersebut,ungkap Eko, baru diuji cobakan hari Sabtu (22/11/2014) dengan perhitungan terbaru pasca kenaikan BBM.

Dari pantauan sementara, karena penyesuaian BBM, kenaikan tarif yang diberlakukan PO Rosalia Indah, imbuh Eko, belum dipermasalahkan oleh calon penumpang. Sebaliknya, calon penumpang tidak begitu mempermasalahkannya kenaikan BBM dan Penumpang bisa memakluminya.

Kenaikan tiket baru diambil karena tak ada alternatif lain yang bisa diambil menyusul kenaikan bahan bakar solar.

Apalagi kenaikan harga suku cadang ini pun tak bisa dielakan lagi begitu harga BBM naik. Yang jelas bagi pengusaha transportasi kenaikan BBM dirasa sangat memberatkan. Jika tidak ditunjang dengan daya beli masyarakat atau penumpang jelas perusahaan sangat keberatan.

"Harapan dari pengusaha transportasi, kalau kereta api ada subsidi, kemudian kapal laut juga mendapat subsidi ya, transportasi darat juga dapat subsidi juga, " pintanya.

Permintaan adanya subsidi tersebut, ungkap Eko, wajar diutarakan. Karena perusahaan bus ini juga bagian dari relawan transportasi darat. Yang selama bertahun-tahun ini pemerintah beranggapan bahwa para pengusaha transportasi itu bisa eksis, bisa hidup sendiri.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links