View Single Post
Old 24th November 2014, 04:07 PM   #1
Sek Des
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2785
Posts: 234
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default BKKBN Ajak Remaja Jadi GenRe Melalui Kompetisi Film

Jakarta, GATRAnews - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Eagle Junior Documentary Camp (EJDC) untuk mengajak para remaja dan pelajar menjadi Generasi Berencana (GenRe) dalam program pematangan usia pernikahan. Menurut Kepala BKKBN Fasli Djalal di Jakarta, Sabtu (22/11), kompetisi EJDC merupakan salah satu cara untuk menyosialisasikan dan mengajak para remaja menjadi anggota GenRe.

Untuk menggelar ajang EJDC, BKKBN menggandeng Metro TV. EJDC merupakan kompetisi pembuatan film dokumenter untuk remaja usia 15 sampai 19 tahun yang bertujuan untuk mengasah kemampuan kreatif remaja di bidang film dokumenter, serta menjadikan film dokumenter sebagai media edukasi mengenai konsep Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP).

Menurut Fasli, BKKBN membidik anak muda dalam kegiatan GenRe tersebut agar kalangan generasi muda, terutama remaja, tidak melakukan pernikahan pada usia dini, dengan kata lain, GenRe adalah demi membangun penegertian masyarakan tentang perlunya usia pada usia matang. "Jadi, kita ingin agar sosialisasi pematangan usia pernikahan dapat secara mudah dipahami oleh remaja. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah oleh teman mereka sendiri," ujar Fasli.

Bagi remaja yang sudah mengerti pentingnya usia matang pernikahan, bisa menyampaikan kepada teman-temannya dengan caranya sendiri. "Nah, remaja ini sangat kreatif dan semangat, jadi tinggal kita yang menjemput mereka dan menyediakan ajang untuk mereka berkreasi dan bicara tentang lingkungannya untuk sesama remaja seumurannya," katanya.

Fasli menjelaskan, lahirnya GenRe karena melihat keprihatinan kondisi remaja saat ini. Pasalnya, tahun 2006 dari setiap 1.000 remaja ada 26 di antaranya yang sudah menikah dini. Lima tahun kemudian, yakni 2011, angka itu meningkat menjadi 32 dari 1.000 remaja yang menikah dini.

"Remaja itu adalah yang berusia 15 sampai 19 tahun, sementara usia terbaik pernikahan itu adalah 20 tahun ke atas. GenRe adalah upaya untuk menekan atau mengurangi angka-angka itu," ucapanya.

Persoalannya, kata Fasli, remaja menikah ternyata bukan karena kemauan keluarganya seperti yang terjadi di pedesaan yang selama ini kita mengerti, namun juga terjadi di perkotaan. "Inilah yang kita upayakan agar remaja tidak melakukan pernikahan di usia terlalu dini," tandasnya.

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, jumlah remaja kurang lebih 64 juta atau sekitar 27,6 % dari total penduduk Indonesia. Sementara salahsatu penyebab tingginya angka kematian ibu, menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012, sebesar 359 per 100.00 kelahiran adalah karena melahirkan di usia muda.

"Besarnya arus globalisasi informasi di yang tidak terkendali akan berdampak positif dan negatif bagi remaja. Perilaku negatif mengakibatkan hidup tidak sehat dan tidak berakhlak," ungkap Fasli.

Terkait kompetisi EJDC yang mengusung tema "GenRe In Action 2014" ini, sutradara yang juga pengajar Dokumenter IGP, Wiranegara, menjelaskan bahwa penilaian berdasarkan kesesuaian cerita dengan tema, dan cara peneceritaan yang menarik. "Misal, apakah ada emosi yang diperlihatkan sehingga mampu menggugah pemirsanya mengerti dan paham pesan yang hendak disampaikan," ungkapnya.

Rangkaian program EJDC tahun kedua ini telah dimulai dari bulan September, dengan mengelar roadshow ke enam kota, yakni Padang, Medan, Yogyakarta, Makassar, Pontianak, dan Sorong.

Siswa-siswi peserta roadshow di enam kota mendapat berbagai materi, antra lain pengenalan film dokumenter, dasar sinematografi, coaching clinic penulisan proposal film, teknis visualisasi, dan PUP.

Sekitar 395 orang siswa mengikuti kegiatan ini. Dari hasil roadshow dan getting contestant tahun ini, panitia menerima 188 proposal dan 36 proposal di antaranya lolos administrasi.

sumber: http://www.gatra.com/entertainmen/fi...tisi-film.html
agusjember is offline   Reply With Quote
Sponsored Links