View Single Post
Old 25th November 2014, 09:14 AM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 2 Nov 2014
Userid: 2780
Posts: 711
Likes: 0
Liked 4 Times in 4 Posts
Default China Perkuat Pangkalan Militer di Spratly


China tampaknya memperluas pangkalan militer di wilayah Fiery Cross Reef di Kepulauan Spratly dalam upaya untuk meningkatkan kekuatan China di teritorial Laut China Selatan yang disengketakan. Menurut laporan koran Hong Kong Ming Pao, Beijing sangat agresif dalam melakukan kegiatan reklamasi di terumbu karang dan pulau-pulau kecil di Spratly, yang juga diklaim oleh Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunei.

Setelah periode terakhir dari konstruksi, kini China memiliki lima Pulau baru yang “diciptakan” dari terumbu karang yang ada, termasuk Fiery Cross Reef, yang dilaporkan telah menjadi pulau terbesar di Spratly.

Fiery Cross Reef, yang disebut China Yongshu Reef, masuk ke wilayah administrasi kota Sansha di bawah provinsi Hainan China selatan dan telah diduduki oleh RRC sejak tahun 1998, ketika sebuah stasiun pengamatan laut UNESCO dibangun di sana. Sejak itu, China juga telah membangun landasan helikopter, dermaga, bangunan dua lantai dan rumah kaca 500 meter persegi di karang, di mana sekitar 200 prajurit Tentara Pembebasan Rakyat China ditempatkan.


Hal yang menarik adalah landasan udara yang baru dibangun pada Fiery Cross yang terekam oleh satelit Inggris. Landasan pesawat itu berukuran panjang sekitar 3 kilometer dengan lebar sekitar 200-300 meter, akan cukup besar untuk menampung jet pembom China H-6 dan pesawat angkut militer besar Y-20. Seiring dengan pembangunan pelabuhan baru yang cukup besar untuk dermaga kapal tanker militer, para ahli percaya Beijing bertujuan membangun basis strategis di Fiery Cross.

Ahli militer percaya bahwa pembangunan basis strategis di Fiery Cross akan dijadikan sebagai pijakan keseimbangan di wilayah sengketa Laut Cina Selatan dalam mendukung China, terutama karena karang ini terletak hanya 460 km jauhnya dari pangkalan angkatan laut utama Vietnam di Teluk Cam Ranh.

Beberapa analis mencatat bahwa reklamasi lanjutan dari Fiery Cross Reef berpotensi memperluas wilayah daratan menjadi 30 km persegi, yang akan menyaingi pangkalan angkatan laut Amerika di Diego Garcia di Samudera India.



AS telah meminta Cina untuk membekukan tindakan “provokatif” reklamasi di Laut Cina Selatan, dengan panggilan dari Pentagon terhadap wakil dari Beijing untuk “terlibat dalam inisiatif diplomatik” untuk mendorong semua pihak menahan diri dalam kegiatan-kegiatan memperluas teritorial di wilayah sengketa.

Namun China menolak mengkonfirmasi pembangunan tersebut dan mengatakan Beijing perlu membangun fasilitas di Laut China Selatan untuk alasan strategis. “Kita harus pergi keluar, untuk membuat kontribusi kami untuk perdamaian regional dan global. Kami membutuhkan dukungan seperti ini, termasuk radar dan intelijen,” kata seorang juru bicara PLA.
supry is offline   Reply With Quote
Sponsored Links