View Single Post
Old 25th November 2014, 09:26 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Kendala Pengusaha Wanita Hadapi MEA 2015

Quote:
DENPASAR — Menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang berlaku tahun depan, pengusaha wanita yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) mengaku menghadapi beberapa kendala serius.

Ketua Umum IWAPI, Dyah Anita Prihapsari menuturkan, salah satu kendala berarti yang dihadapi pengusaha wanita adalah bunga kredit perbankan yang cukup tinggi.

"Bunga kredit perbankan yang tinggi menjadi kendala bagi kami," kata Dyah di sela Rakernas IWAPI ke-25 di Sanur, Denpasar dalam keterangan tertulis, Bali, Senin (24/11/2014).

Oleh sebab itu, sektor usaha mikro, kecil dan mengengah sulit berkembang. Kendala lain yang dihadapi organisasinya adalah pungutan retribusi. Hal itu menyebabnya ekonomi berbiaya tinggi. Belum lagi jika ditambah dengan kepastian hukum dan pengurusan izin yang belum maksimal. Meskipun ia mengakui jika saat ini perizinan dibuat satu pintu, namun hal itu tetap dianggap menjadi kendala.

Dia juga menyebut sejumlah kendala lainnya, yakni pungutan retribusi yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi, kepastian hukum dan pengurusan izin yang masih belum maksimal kendati sudah ada pelayanan satu pintu. "Ini kendala yang dihadapi pengusaha, khususnya pengusaha wanita," katanya.

Jelang MEA 2015, Dyah berharap hal itu segera dicarikan jalan ke luarnya oleh pemerintah. Dyah meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera membuat kebijakan yang pro kepada pengusaha perempuan yang bergerak di sektor UMKM.

"Harus ada strategi yang kuat dari pemerintah mengatasi kendala yang dihadapi itu," ulasnya.

Apalagi, katanya, dari 32 ribu anggota IWAPI, 83 persennya adalah pengusaha di sektor UMKM. Komposisinya 60 persen pengusaha mikro dan kecil, sementara 13 persen pengusaha menuturkan jika pemerintah tengah berupaya keras untuk mencarikan jalan ke luarnya. Salah satunya adalah dengan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur.

“Pembangunan infrastruktur akan memang struktur dan pertanian," papar Rahmat.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links