View Single Post
Old 27th November 2014, 08:57 AM   #1
Sek Des
 
Join Date: 30 Oct 2014
Userid: 2753
Posts: 301
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default UMK Bekasi 'Jebol' Rp 2,9 Juta, Diduga Penyebab Buruh 'Kalap



Quote:
Jakarta -Upah Minimum Kota (UMK) di Kota Bekasi 2015 termasuk fenomenal di Jabodetabek dan Indonesia. UMK yang ditetapkan sebesar Rp 2,9 juta, telah melampaui UMP/UMK wilayah Jabodetabek lainnya seperti Jakarta, Depok, Tangerang dan lainnya.

Hal ini lah yang diduga menjadi penyebab para buruh di Tangerang dan Jakarta 'kalap' hingga melakukan aksi mengganggu ketertiban umum seperti membakar ban dan menutup akses jalan tol.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J Supit mewanti-wanti kepada para kepala daerah agar bijak menetapkan UMP, sesuai dengan ketentuan,kenaikan UMP tak boleh berdasarkan tekanan buruh, sehingga tak membuat kecemburuan buruh lain di wilayah 'tetangga'.

"Susahnya kalau sudah 'jebol' satu kota, sehingga menghasut yang lain, pemerintah kota (pemda) harus hati-hati. Kalau sudah begini akhirnya rusak semua," kata Anton kepada detikFinance, Kamis (27/11/2014)

Menurut Anton, aksi melanggar ketertiban umum seperti mengganggu akses tol oleh buruh, bila dibiarkan maka akan menjadi kebiasaan. Ia mendesak aparat keamanan bertindak tegas. Juga kepada pemerintahan baru di bawah Presiden Jokowi bisa bersikap tegas.

Ia mengakui aksi buruh turun ke jalan sangat marak di Jabodetabek, daripada wilayah lainnya. "Selalu ramai di Jabodetabek nuansa politiknya kuat," kata Anton.

Sebelumnya Perwakilan serikat pekerja/buruh DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta merevisi nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta. Mereka meminta nilai UMP Rp 2,7 juta/bulan direvisi menjadi Rp 2,9 juta/bulan atau sama dengan upah minimum kota (UMK) Bekasi, Jawa Barat.
http://finance.detik.com/read/2014/1...kalap?f9911023
akiyamashinichi is offline   Reply With Quote
Sponsored Links