View Single Post
Old 27th November 2014, 10:22 AM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 2 Nov 2014
Userid: 2780
Posts: 711
Likes: 0
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Keindahan KRI Dewaruci & Kejaran Sangkala


Surabaya Matahari mulai menurun di bumi Surabaya tetapi panasnya masih terasa. Sepoi angin laut sedikit membantu agar tubuh tidak terlalu kegerahan, saat mata menemukan KRI yang tersandar Indah di pinggir pelabuhan menggerakan hati untuk mengunjunginya di antara KRI KRI lain yang juga menggoda untuk disapa.

KRI Dewaruci im coming untuk melihat keindahanmu agar bisa berbagi kepada teman teman Warjag di seluruh Indonesia.

KRI Dewaruci adalah kapal latih bagi taruna/kadet Akademi Angkatan Laut, TNI Angkatan Laut. Kapal ini berbasis di Surabaya dan merupakan kapal layar terbesar yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Nama kapal ini diambil dari nama dewa dalam kisah pewayangan Jawa, yaitu Dewa Ruci. Saat ini KRI DewaRuci sudah berumur 61 Tahun.

Kapal berukuran 58,5 meter dan lebar 9,5 meter dari kelas Barquentine ini dibangun oleh H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman Barat dan merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi produk galangan tahun 1952 yang masih laik layar dari tiga yang pernah diproduksi. Pembuatan kapal ini dimulai pada tahun 1932, namun terhenti karena saat Perang Dunia II galangan kapal pembuatnya rusak parah. Kapal tersebut akhirnya selesai dibuat pada tahun 1952 dan diresmikan pada tahun 1953.

Dewaruci pertama diluncurkan pada tanggal 24 Januari 1953, dan pada bulan Juli dilayarkan ke Indonesia oleh taruna AL dan kadet ALRI. Setelah itu KRI Dewaruci yang berpangkalan di Surabaya, ditugaskan sebagai kapal latih yang melayari kepulauan Indonesia dan juga ke luar negeri.

Kapal ini memiliki 3 tiang utama yaitu tiang Bima, Yudhistira dan Arjuna serta memiliki 16 layar, bermesin 1 unit Diesel 986 HP, dengan satu propeler berdaun 4, berkecepatan 10,5 knot dengan mesin dan 9 knot dengan layar yang diawaki 75 orang.

Dewa Ruci sendiri adalah nama seorang Dewa kerdil (mini) berhati lembut yang dijumpai oleh Bima atau Werkudara dalam sebuah perjalanan mencari air kehidupan. Nama Dewa Ruci kemudian diadopsi menjadi lakon atau judul pertunjukan wayang, yang berisi ajaran atau falsafah hidup moral orang Jawa.

Kisah Dewa Ruci menggambarkan sebuah kepatuhan seorang murid kepada guru, kemandirian bertindak, dan perjuangan keras menemukan jati diri. Pengenalan jati diri akan membawa seseorang mengenal asal-usul diri sebagai ciptaan dari Tuhan (Sangkan Paraning Dumadi).

Pengenalan akan Tuhan itu menimbulkan hasrat untuk bertindak selaras dengan kehendak Tuhan, bahkan menyatu dengan Tuhan atau sering disebut sebagai Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba Gusti). Walaupun bukan bagian asli dari kisah utama dalam wayang, cerita ini sangat populer dalam masyarakat Jawa.

Di KRI ini tokoh Dewaruci terpampampang di sebuah meja makan oval berukuran 46 meter. Dewa Ruci digambarkan sedang menatap Bima yang mencengkram naga di lautan. Lukisan itu menceritakan Dewa Ruci menjadi Guru Bima hingga akhirnya sang Bima menemukan sebuah kebenaran dan kejujuran saat bertarung dengan naga di samudera.
Banyak kenangan dari Para Perwira menengah dan Perwira tinggi yang masih bertugas ataupun yang sudah purna tugas dengan KRI ini. Kadang masih ingin mencoba menaiki Tiang Tiang di KRI Dewaruci, sekedar mengingat masa masa muda dulu, saat menjadi kadet atau kenangan ikut berlayar bersama KRI Dewaruci. (by: Ari JKGR).
supry is offline   Reply With Quote
Sponsored Links