View Single Post
Old 28th November 2014, 08:41 AM   #1
Sek Des
 
Join Date: 30 Oct 2014
Userid: 2753
Posts: 301
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Sean Gelael: “Bergerilya” Kibarkan Merah-Putih di Tanah Eropa



Quote:
VIVAnews - Sebuah mobil kuning dengan cepat melintasi garis finis Macau GP 2014. Tidak banyak yang tahu kalau di balik stir mobil balap tersebut adalah anak asli Indonesia yang sedang meretas mimpi menuju Formula Satu (F1).

Pria tersebut adalah Sean Gelael. Pemuda 18 tahun yang merupakan wakil Indonesia dengan jadi pembalap tim Jagonya Ayam with Carlin Dallara-Volkswagen. Meski usianya muda, prestasinya patut diacungi jempol.

Start dari posisi 25, Sean dengan mantap melewati satu per satu rivalnya. Tikungan demi tikungan dilahapnya penuh percaya diri. 10 mobil berhasil dilewati dalam 15 putaran mengitari sirkuit Guia di jalanan kota Makau.

Sean menunjukan performa yang cukup menjanjikan menghadapi driver yang lebih tua dan lebih berpengalaman, meski akhirnya tidak jadi juara. Putra pasangan pengusaha Riccardo Gelael dan aktris, Rini S. Bono, tercatat menjadi pembalap paling konsisten.

Walaupun memiliki prestasi yang menjanjikan, Sean seperti bergerak di bawah radar masyarakat Indonesia. Tidak banyak yang tahu kalau salah satu putra bangsa sedang berusaha mengibarkan bendera merah putih di atas podium balapan level dunia. Ia layaknya sedang “bergerilya” demi kebanggaan Indonesia di Eropa.


Karena sudah dua tahun, Sean mengikuti seri balap FIA European Formula 3 Championship. Setelah gagal mendulang poin sehingga hanya duduki posisi 28 dari 36 pembalap di musim debutnya, pemuda kelahiran Jakarta ini naik ke peringkat 18 klasemen umum dengan torehan 25 poin.

Memulai musim dengan lambat, poin pertama Sean di Formula 3 Eropa akhirnya muncul pada seri ketiga balapan di Prancis. Perlahan keran poin mulai mengalir sampai sukses duduki posisi finis ke delapan pada seri pamungkas di sirkuit Hockenheimring. Posisi terbaiknya sepanjang musim finis di peringkat enam pada balapan di Moscow Raceway, Rusia.

Sean merasakan manisnya podium saat mengikuti balap Eropa yaitu pada British Formula Three musim 2013. Posisi tiga di sirkuit Silverstone dan Spa pernah dicicipinya. Prestasi seperti ini tidak membuatnya puas. Masih banyak mimpi yang ingin diretas Sean, salah satunya menjadi pembalap Formula Satu (F1).

"Ini tahun kedua saya (di F3). Untuk pertama kalinya di F3 akhirnya saya bisa meraih poin di tahun ini. Kemarin posisi 10, lalu jadi enam. Mudah-mudahan setelah ini bisa (finish) di posisi kelima, lalu masuk podium. Sedikit demi sedikit untuk bisa ke F1. Target saya tiga atau empat tahun lagi bisa," ujarnya usai finis keenam di sirkuit Norisring, Jerman, akhir Juni lalu.

Kebanggaan Keluarga, Kebanggaan Bangsa

Pemuda yang kini sedang menjalani studi di Universitas Bath, Inggris, tersebut sudah terlihat bakat membalapnya sejak masih kecil. Memulai balapan karting sejak berusia 13 tahun, nama Sean mencuat saat menjuarai Asian Karting Open Championship pada 2011.

Sejak saat itu, karirnya terus menanjak dengan menjajal Formula Pilota China satu tahun berselang. Pada musim debutnya Sean berhasil duduki peringkat empat klasemen umum dan di posisi kedua klasemen Pembalap Asia Terbaik. Sebelum akhirnya putuskan untuk naik kelas ke Formula 3 Eropa.

Lancarnya prestasi Sean tak lepas dari dukungan penuh keluarganya. Nama Ricardo Gelael dikenal sebagai salah satu mantan pembalap reli nasional, jadi jangan tanya semangatnya, sedangkan sang ibunda mengaku semakin rajin berdoa sejak putranya membawa nama negara di Eropa.


Ricardo pun tak segan mengakui kalau memang bermimpi bisa melihat anaknya suatu saat mengenakan seragam salah satu tim F1 sambil bersiap menjelang turun balapan dalam pitlane.

"Harapan saya yang terbesar buat Sean sebagai bapak ya tentu suatu hari dia akan menjadi manusia yang berguna buat kita semua, terutama buat diri dia sendiri. Saya berharap dari balap, dia bisa mewakili Indonesia di F1," tutur sang bapak.

Ditengah fokus membalap pada musim 2014 ini, Sean sempat dikejutkan oleh kabar buruk yaitu meninggalnya sang kakek, Dick Gelael, awal September silam. Bukannya kehilangan fokus, mental baja malah ditunjukannya dengan sukses tiga kali menembus posisi 10 dalam dua seri terakhir.

Sean pun bercerita kalau opa-nya kerap berpesan agar tidak sombong, selalu menjadi apa adanya, dan berusaha keras dalam mengembangkan karir apapun bidang yang digelutinya.

“Filosofi inilah yang saya terapkan dalam setiap balapan yang saya ikuti. Saya bertekad untuk membawa semangat yang dimiliki Opa dalam membangun bisnisnya, untuk menjalani kehidupan saya kelak, baik di arena balap maupun kehidupan pribadi,” tegas Sean.

Semangat besar pemuda macam Sean patut diberikan apresiasi dan dukungan penuh dari warga Indonesia. Karena warga negara Indonesia mana yang tidak bangga kalau suatu saat ada bendera kecil berwarna merah putih dengan inisial IDN tertulis di layar kaca ketika balapan F1 di masa depan? Apalagi kalau sampai juara. Semangat Sean!
http://sport.news.viva.co.id/news/re...di-tanah-eropa
akiyamashinichi is offline   Reply With Quote
Sponsored Links