View Single Post
Old 30th November 2014, 03:10 AM   #1
Sek Des
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2785
Posts: 234
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Heboh! 1.200 Gadis Menari Gandrung di Pantai Boom, Banyuwangi


Quote:
Banyuwangi - Gandrung adalah nama salah satu tarian tradisional khas Banyuwangi, Jawa Timur. Sore ini, 1.200 gadis Banyuwangi menari Gandrung massal di pesisir Pantai Boom. Meriah!

Festival Gandrung Sewu kembali digelar di Pantai Boom, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ini adalah kali ketiga festival tersebut digelar. detikTravel menyaksikan Gandrung Sewu di Pantai Boom, Sabtu (29/11/2014).

"Gandrung Sewu bukan sekadar tari kolosal, tapi bagian dari konsolidasi budaya karena anak-anak hadir dari berbagai pelosok Banyuwangi," tutur Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat pembukaan festival.

Gandrung sendiri merupakan tari khas Banyuwangi yang berintikan rasa syukur terhadap karunia Tuhan YME. Tari Gandrung tahun lalu ditetapkan sebagai 'Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sebanyak 1.200 gadis dari 24 kecamatan di Banyuwangi menari bersama dengan latar belakang Selat Bali. Pertunjukan kolosal ini diawali dengan munculnya beberapa lelaki yang membawa penjor. Ceritanya, mereka adalah mantan prajurit Blambangan yang tengah berusaha mengumpulkan rekan-rekan seperjuangannya di masa lalu.

Setelah terkumpul beberapa orang, mereka menasbihkan diri sebagai Gandrung Marsan (Gandrung laki-laki). Kemunculan Gandrung Marsan ini tepat pada masa pemerintahan bupati ke-5 Banyuwangi, yakni Bupati Pringgokusumo.

Pada awalnya, penari Gandrung memang dibawakan seorang laki-laki atau yang biasa disebut Gandrung Marsan. Lambat laun Gandrung berkembang dan lebih banyak dibawakan perempuan. Penari Gandrung perempuan pertama adalah Gandrung Semi.

Dalam pertunjukan kali ini, adegan munculnya Gandrung Semi diikuti ribuan penari gandrung berkostum merah yang menghambur dari berbagai arah dan kemudian menyatu di satu titik. Fantastis!

Karena bermakna permohonan ampun pada Yang Maha Kuasa, masing-masing penari Gandrung membawa sapu lidi. Ini adalah simbol bersih-bersih diri dan mohon ampun.

Pertunjukan kolosal ini berlangsung secara meriah, sejak pukul 15.20 hingga 16.15 WIB. Festival ini disambut antusias oleh warga dan wisatawan yang berkerumun di sekitar area pertunjukan. Acara ini juga dihadiri oleh 15 mahasiswa asing yang kuliah di UMM, artis Ayu Azhari dan Putri Pariwisata Indonesia 2014.
sumber: http://travel.detik.com/read/2014/11...gi?v9911011381
agusjember is offline   Reply With Quote
Sponsored Links