View Single Post
Old 30th November 2014, 08:51 AM   #1
Sek Des
 
Join Date: 26 Apr 2013
Userid: 967
Location: Jakarta, Indonesia
Age: 25
Posts: 570
Real Name: Nana
Likes: 1
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Subsidi Tetap, Harga BBM Subsidi Naik Turun Seperti Pertamax




Pemerintah disarankan merubah pola pemberian subsidi pada Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan mematok subsidi.

Direktur Eksekutif Indonesian Resource Studies (IRESS) Marwan Batubara mengatakan, dengan pola tersebut, maka harga BBM bersubsidi seperti harga BBM non subsidi yang berubah-ubah dalam waktu tertentu.

"Saya cenderung merubah pola penetapan harga yang fluktuatif seperti Pertamax," kata Marwan, saat berbincang dengan Liputan6.com, seperti yang dikutip di Jakarta, Jumat (28/11/2014).

Marwan mengungkapkan, subsidi yang pas dipatok untuk menerapkan pola tersebut sekitar 5 sampai 10 persen dari harga minyak dunia. Dengan begitu subsidi untuk BBM nilai semakin kecil.

"Untuk bersubsidi bisa dibuat harga flutuatif hanya sekitar 5-10 persen terhadap harga dunia, itu untuk jangka panjang," tuturnya.

Selain itu menurut Marwan, dengan pola harga BBM bersubsidi seperti Pertamax, pemerintah tidak lagi terlalu dimasalahkan dengan kenaikan harga, karena sifatnya yang elastis.

" Sehingga tidak menunggu harga sampai dua kali lipat. Maka kedepan fluktuatif sesuai harga pasar tapi lebih rendah," pungkasnya.

Di sisi lain, terkait harga minyak, Politisi partai Golkar Mukhamad Misbakhun meragukan pemberian diskon pembelian dan kerjasama minyak impor asal Senangol yang disampaikan pemerintah.

Di mana disebutkan Indonesia dalam hal ini Pertamina akan mendapatkan harga minyak lebih murah dengan diskon US$ 15 per barel dari market price.

"Saya meragukan ada harga minyak didiskon hingga US$ 15 per barel. Pasalnya harga minyak di dunia selalu mengikuti harga pasaran, ada term and condition, kemudian ada biaya angkut dan sebagainya. Banyak loh diskon 15 itu," ujar Misbakhun.

Menurutnya, ide dan gagasan soal Senangol itu menarik untuk mencari jalan keluar terhadap sistem rente pedagangan minyak dunia yang sifatnya g to g. Jika itu dilakukan harga minyak yang dikonsumsi di Indonesia menjadi lebih murah.

Namun, perlu ditegaskan bahwa kerjasama ini harus benar-benar dilakukan secara g to g melalui pertamina, jangan lagi melalui pihak ketiga seperti Surya Energi.

"Transparansi itu penting. Lakukan secara Government to Government, jangan pakai operator lapangan lagi. Kalau akhirnya pemerintah melalui orang ketiga, seperti Surya Energi," tegasnya.

Sebelumnya Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan harga dari Senangol lebih murah US$ 15 per barel dan penghematan hingga 25% untuk impor crude oil.


sumber
miss_nha is offline   Reply With Quote
Sponsored Links