View Single Post
Old 1st December 2014, 10:21 AM   #1
Sek Des
 
Join Date: 26 Apr 2013
Userid: 967
Location: Jakarta, Indonesia
Age: 25
Posts: 570
Real Name: Nana
Likes: 1
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Jelang Akhir Tahun, Defisit Neraca Perdagangan RI Membengkak




Menjelang penutupan akhir tahun, Indonesia selalu was-was menghadapi pembengkakan defisit neraca perdagangan, termasuk di Oktober 2014. Pengamat memproyeksikan defisit neraca perdagangan pada bulan kesepuluh bakal melampaui realisasi sebesar US$ 270,3 juta di September lalu.

"Diperkirakan bisa sampai US$ 300 juta defisit neraca perdagangannya," kata Pengamat Ekonomi dari Institute for Development Economy and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (1/12/2014).

Diakuinya, kondisi pelebaran defisit neraca perdagangan menjadi tren setiap menjelang akhir tahun. Menurut dia, nilai dan volume impor bahan baku serta barang konsumsi meningkat tajam.

"Karena kebutuhan masyarakat meningkat terutama pada impor bahan baku dan barang konsumsi menjelang akhir tahun. Jadi impor migas dan non migas tinggi," tuturnya.

Sementara kata Enny, volume maupun nilai ekspor belum sanggup mengejar pergerakan impor lantaran harga komoditas serta minyak mentah merosot tajam.

"Ekspor kita bisa meningkat tapi tergantung upaya pemerintah untuk memperluas pasar ekspor ke negara lain. Lalu barang yang diekspor punya nilai tambah sehingga harga jual lebih tinggi," ujarnya.

Dia menegaskan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tak akan menekan atau mengurangi konsumsi harian masyarakat. Hanya saja, lanjutnya, kebijakan tersebut dapat mengurangi penyelundupan dan kebocoran BBM subsidi.

"Disparitas harga yang semakin dekat antara BBM subsidi dan non subsidi dapat mengurangi penyelundupan dan kebocoran BBM subsidi misalnya untuk perkebunan dan industri. Tapi konsumsi BBM tetap saja tinggi," cetus Enny.


sumber
miss_nha is offline   Reply With Quote
Sponsored Links