View Single Post
Old 1st December 2014, 10:31 AM   #1
Sek Des
 
Join Date: 26 Apr 2013
Userid: 967
Location: Jakarta, Indonesia
Age: 25
Posts: 570
Real Name: Nana
Likes: 1
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Musim Hujan, Harga Cabai di Bogor Terus Meroket




Harga komoditas kebutuhan pangan di Kota Bogor mengalami peningkatan. Salah satunya termasuk cabai jenis rawit merah yang mencapai Rp 63 ribu per kilogram (kg), dari sebelumnya dijual Rp 48 ribu per kg.

Pantauan Liputan6.com di Pasar Baru Bogor, harga beragam jenis cabai telah mengalami kenaikan sejak empat hari lebih. Selain cabai rawit merah besar, harga cabai rawit kecil juga melonjak menjadi Rp 50 ribu per kg dari Rp 35 ribu per kg.

Begitu juga dengan cabai merah besar, kini dijual seharga Rp 49 ribu per kg. Tak hanya itu, cabai hijau besar, cabai keriting hijau juga mengalami kenaikan. Harga komoditi lainnya yaitu harga sayur-mayur seperti tomat, kentang, wortel, kol, dan sawi juga ikut merangkak naik.

Pantauan di Pasar Warung Jambu, harga tomat saat ini mencapai Rp 16 ribu per kg, begitu juga kentang yang biasanya dijual Rp 8.000 per kg, kini naik jadi Rp 14 ribu per kg. Harga kacang panjang mengalami kenaikan Rp 10 ribu menjadi Rp 30 ribu per kg.

Wortel yang biasanya Rp 8.000 untuk kualitas rendah kini dibanderol Rp 13.500 per kg dengan kualitas yang sama. Demikian pula, kol dan sawi yang tadinya Rp 6.000 per kg, menjadi Rp 9.000 per kg.

Salah satu pedagang sayur di Pasar Warung Jambu, Busro mengatakan, kenaikan harga didominasi oleh komoditas sayur-sayuran. Hal ini dikarenakan pasokan terganggu akibat hujan dan cuaca yang tidak menentu di wilayah produksinya.

"Pasokan kurang, bikin harga jual di pasar Induk mengalami kenaikan , hujan terus-menerus selama hampir satu bulan ini menyebabkan stok terganggu, ditambah dua hari ini angin kencang menerpa," ujarnya, Senin (1/12/2014).

Kenaikan harga ini juga membuat aktivitas di pasar naik-turun dan dikeluhkan sejumlah pedagang harus mengeluarkan modal yang besar untuk membeli barang. Sementara,konsumen terbebankan dengan tingginya harga barang.


sumber
miss_nha is offline   Reply With Quote
Sponsored Links