View Single Post
Old 2nd December 2014, 07:54 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Rahasia BI di Balik Era BI Rate Tinggi, Inflasi & BBM (1)

Quote:
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyimpan sebuah rahasia di balik era tingginya tingkat suku bunga acuan (BI rate) dan laju inflasi.

Kedua permasalahan ekonomi tersebut dipelatuk oleh kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 17 November malam, yang berlaku pada 18 November 2014 tepat pukul 00.00 WIB.

Sesaat setelah Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan BBM bersubsidi dari Rp6.500 menjadi Rp8.500 per liter, BI pun memberikan pil pahit. Tidak tanggung-tanggung, hanya selang satu hari, suku bunga acuan yang selama 13 bulan ditahan di level 7,5 persen pun dinaikkan menjadi 7,75 persen.

Setelah dua pukulan telah itu menghantam ekonomi Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi November mencapai 1,5 persen. Angka tersebut belum maksimal, karena puncaknya diperkirakan akan terakumulasi di Desember 2014.

Yang menjadi pertanyaan banyak kalangan mengapa BI menaikan BI Rate bersamaan dengan kenaikan BBM? Bagaimana dengan risiko moneter yang ditimbulkan?

Berikut penjelasan Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara kepada Okezone, dalam sebuah pertemuan di Jakarta belum lama ini.

Bagaimana BI memandang kenaikan harga BBM yang baru dilakukan oleh Presiden Jokowi?

Kenaikan BBM adalah sesuatu hal yang perlu dilakukan. Jadi jangan melihat kenaikan harga BBM dari dialokasikannya ke APBN.

Tetapi lebih kepada pengeluaran APBN dari sektor konsumtif menjadi hal-hal yang produktif.

Selain itu, juga harus melihat turunan dari hal-hal yang produktif tersebut.

Apakah tidak ada jalan lain selain menaikan harga BBM?

Melakukan realokasi anggaran itu ya harus menaikkan harga BBM, ya itu memang pilihan.

Penjelasannya?

Karena subsidi BBM bukan hanya memberatkan anggaran membuat diversifikasi energi tidak terjadi. Kalau murah kan tidak terjdi diservikasi.

Harga membuat impor BBM menjadi terlalu berat. (Bersambung)
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links