View Single Post
Old 3rd December 2014, 03:54 AM   #1
Sek Des
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2785
Posts: 234
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Antara Situ, Candi Cangkuang Dan Romantisme Hindu-Islam


Quote:
Berwisata ke Kabupaten Garut tak lengkap rasanya bila tidak mengunjungi tempat wisata yang satu ini.Tempat wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat Garut terkenal akan keindahan alamnya serta terkandung banyak nilai-nilai sejarah di dalamnya.

Wisata yang saya maksud adalah Situ Cangkuang. Situ dan Candi Cangkuang berada di Kampung Pulo, wilayah Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat. Candi Cangkuang merupakan satu-satunya Candi Hindu yang pertama kali di temukan di Tatar Sunda. Disebelah candi ada sebuah makam kuno pemuka agama islam yaitu makam Embah Dalem Arief Muhamad yang dipercaya sebagai leluhur penduduk Cangkuang. Konon nama cangkuang diambil dari nama sebuah pohon yaitu Pohon Cangkuang yang banyak tumbuh di Desa Cangkuang.

Mengunjungi Situ Cangkuang tidak hanya sekadar menikmati panorama alam yang indah. Namun romantisme Hindu dan Islam yang pernah tergali dari situs candi yang ditemukan di tengah Situ Cangkuang. Situ yang pertama kali ditemukan pada tahun 1966 ini menunjukan bahwa toleransi agama dan inkulturasi budaya di daerah ini begitu kuat. Hal ini terbukti dengan ditetapkannya hai Rabu sebagai hari besar masyarakat setempat.

Situ Cangkuang memberikan nilai keunikan tersendiri dibandingkan dengan tempat lain yang sejenis. Bentang alam Cangkuang dikelilingi oleh empat gunung besar seperti Gunung Haruman, Gunung Kaledong, Gunung Mandalawani dan Gunung Guntur. Selain dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah kita juga mendapat pengetahuan baru tentang nilai-nilai budaya dan sejarah.

Situ Cangkuang yang menjadi bagian kronologis sejarah Islam tidak terlepas dari nilai heritage dan berubah menjadi daerah tujuan wisata yang sangat. Di kawasan seluas 340,775 Ha ini juga terdapat sebuah kampung adat yaitu Kampung Pulo. Keunikan dari kampung adat ini yaitu Kampung Pulo hanya terdiri dari 6 rumah, 6 kepala keluarga dan satu mesjid. Perkampungan mini yang tersusun dari tiga rumah di sebelah kanan dan tiga di sebelah kiri yang saling berhadapan. Setiap kepala keluarga di kampung ini tidak boleh lebih dari 6 kepala keluarga. Jika ada salah satu anggota keluarga yang menikah, maka, keluarga baru tersebut harus segera pergi meninggalkan kampung ada
t dan diberi waktu paling lambat dua minggu setelah pernikahan.
sumber: http://www.sobatadventure.com/2014/1...ndu-islam.html
agusjember is offline   Reply With Quote
Sponsored Links