View Single Post
Old 10th December 2014, 04:00 PM   #1
Sek Des
 
Join Date: 26 Apr 2013
Userid: 967
Location: Jakarta, Indonesia
Age: 25
Posts: 570
Real Name: Nana
Likes: 1
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Bisnis Ritel Dikuasai Asing, BUMN Harus Bertindak




Keputusan manajemen PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) untuk membuka outlet Waroeng Rajawali ternyata bukan hanya sebagai upaya cari untung semata.

Di balik pendirian Waroeng Rajawali, Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro mengatakan, langkah tersebut merupakan upaya idealisasi BUMN untuk mengimbangi fenomena ritel asing di Tanah Air. Tak hanya ritel kecil, bisnis ritel besar seperti Carefour dan Lotte Mart terus menjamur di kota-kota besar.

"Fenomena bisnis ritel yang diawali Indomaret dan Alfamart kini diikuti bisnis ritel modern internasional seperti Lawson, Circle-K, dan Seven Eleven yang secara masif menyerbu kota besar," tutur Ismed dalam acara temu bisnis calon mitra Waroeng Rajawali di Jakarta, Rabu (10/12/2014).

Akibatnya, bisnis ritel di Indonesia masih dikuasai investasi dari para pemilik modal asing. Fenomena penyebaran bisnis ritel asing tersebut, menurut Ismed gagal diantisipasi lembaga-lembaga BUMN.

"Kalaupun 2012 ada bulogmart, itu tidak dikelola sendiri tapi diserahkan ke Indomaret. PT Pos juga bikin mart tapi dikelola ritel lain," kata Ismed.

Ismed menjelaskan, dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi secara makro terus membaik. Selain itu, pertumbuhan kelas menengah ke atas juga terus meningkat dengan daya beli yang baik.

Artinya, pada titik ini, ketika ritel internasional aktif bergerak, BUMN tidak boleh diam dan harus aktif mengikuti proses pertumbuhan tersebut.

"Rajawali tidak boleh inklusif. Saya minta manajemen Rajawali Mart untuk mengundang teman-teman dari koperasi BUMN untuk ikut membuka gerai Waroeng Rajawali," tandasnya.



sumber
miss_nha is offline   Reply With Quote
Sponsored Links