View Single Post
Old 14th December 2014, 07:58 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Iseng Berbuah Omzet Puluhan Juta Rupiah

Quote:
JAKARTA – Banyak orang mengatakan bahwa pekerjaan yang paling nikmat adalah hobi yang dibayar. Tampaknya pernyataan itu sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh pria bernama lengkap Donny Rahman.

Pria yang menyenangi bidang desain grafis ini mengawali karier sebagai pebisnis pada awal 2008. Ketika itu dia hanya seorang freelancer yang tidak mempunyai pekerjaan tetap.

Pemasukannya pun bergantung dari order desain klien-kliennya yang tidak menentu. Namun, ide awal bisnisnya justru muncul ketita sedang mengobrol santai dengan seorang teman yang sekaligus klien vendor percetakannya.

"Waktu itu iseng ngobrol-ngobrol sama vendor cetak sekaligus teman saya. Muncul ke pikiran mau buat bisnis bareng," kisahnya kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Dony menyatakan terinspirasi dari salah satu toko yang menjual hiasan dinding semacam lukisan. Dia pun tertarik untuk membelinya. Bukan untuk dipajang di rumah, melainkan untuk dibongkar lalu mencari tahu cara pembuatannya.

“Setelah saya bongkar, saya bawa ke tukang frame, ternyata dia bisa membuatnya,” ujarnya.

Alhasil, dengan modal hanya Rp4 juta, Donny bersama teman itu memberanikan diri untuk memulai berjualan wall art di sebuah pameran barang bekas di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang. Dia juga aktif menggunakan media website untuk mempromosikan produk dagangan.

Perlahan tapi pasti situsnya, mulai banyak dikunjungi pelanggan. Sedikit demi sedikit pesanan pembuatan wallart mulai membanjirinya. Di sinilah titik balik perjuangan bisnis tersebut. Setelah melihat prospek yang cukup cerah, Donny dan sang teman mulai serius membesut bisnis. Mereka mulai mencoba untuk memproduksi sendiri dengan membeli alat-alat produksinya.

Kemudian, mereka juga mulai berani untuk mempekerjakan tiga karyawan, satu untuk posisi administrasi dan sisanya untuk produksi. Sebuah rumah di bilangan Pondok Indah juga disewa untuk dijadikan sebagai kantor sekaligus workshop dari Artprintindonesia.

Jiwa kreativitasnya tak sampai di situ. Merasa produk hiasan dindingnya kurang menarik pasar, Donny merambah bidang pembuatan pembatas ruang modern.

“Orang yang sedang menata rumah baru itu biasnya memikirkan hiasan dinding itu paling terakhir. Pasti mereka lebih memikirkan perabotan rumah yang fungsional dulu. Nah, dari situ kepikiran untuk membuat produk kreatif yang ada fungsinya, pembatas ruang modern itu. Ide ini muncul sekira 2011,” tuturnya.

Terhitung saat ini sudah ada puluhan jenis produk kreatif yang terlahir dari tangan kedua sahabat tersebut. Mulai wallart, sketsel, partisi, pembatas ruang modern, beragam furnitur, dan segala aksesori rumah.

Bukan hanya pangsa pasar individu, mereka juga membidik pasar perusahaan dengan menawarkan jasa pembuatan brosur, neon box, hingga hiasan untuk pameran. Bahkan, dia pernah mendapat pesanan untuk membuat kado raksasa berukuran tinggi lebih dari 2 meter.

“Itu dulu kami pernah ada kerjasama dengan event organizer di Gandaria City, di Mall Kota Kasablanka juga pernah. Sebenarnya selain itu musimnya rumah bertipe minimalis juga menjadi pendorong penjualan produk kita, karena produk-produk kita itu cocoknya untuk rumah tipe minimalis,” ucapnya.

Kini setiap bulan Donny bisa meraup omzet Rp50 hingga Rp 60 juta. Nominal tersebut termasuk besar untuk bisnis berskala home industry. Anehnya, setelah enam tahun Artprintindonesia berdiri, Donny mengatakan belum pernah menemukan kompetitor sejenis dengan produk sejenis.

“Sampai sekarang saya belum menemukan kompetitor. Saya paling melihat yang menjual dengan bahan rotan. Sekalipun ada produk sejenis, itu barang impor. Sebenarnya kalaupun ada kompetitor, saya jujur malah senang, karena bisnis yang bagus itu biasanya banyak yang contoh. Lha, ini tidak ada sama sekali. Berarti bisnis saya buruk dong,” ucapnya sambil tersenyum.

Kendati demikian, Donny mengakui bisnisnya itu masih perlu banyak perbaikan. Sebab, sistem manajemennya belum terbentuk baik. Selain itu untuk sisi penjualan, dia juga berencana merekrut karyawan yang akan diposisikan sebagai marketing.

Dengan terus melakukan perbaikan dalam manajemen serta terus berinovasi, dia yakin bisnis itu akan terus berkembang. “Selama produk yang kita buat ada fungsinya, pasti peluangnya akan selalu besar. Setiap tahun rumah baru itu banyak, otomatis kebutuhan hiasan rumah juga meningkat,” pungkasnya yakin.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links