View Single Post
Old 14th December 2014, 08:02 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Punya Gaji Besar, Jangan Gegabah Atur Keuangan

Quote:
SALAM, saya Zendi di Jakarta. Saya bekerja sebagai marketing salah satu bank swasta, saya baru bergabung di tempat saya bekerja sekitar enam bulan.

Komisi saya tiap bulan di atas Rp10 juta-Rp30 juta tidak menentu. Saya sudah berkeluarga dengan dua anak, putra dan putri. Saya terkendala dalam mengatur keuangan, begitupun istri saya, dia bekerja sebagai pegawai swasta. Penghasilan tetap Rp3 juta per bulan.

Tapi selalu terkendala dalam mengatur keuangan, karena kami juga sedang renovasi rumah orangtua untuk kami tinggali. Saya belum punya insvestasi lain ataupun asuransi. Mohon beri solusi dan masukannya.
Thanks before



Salam kenal, Mas Zendi.

Dalam keluarga penting untuk membuat pengaturan keuangan. Karena penghasilan masing-masing telah menjadi penghasilan bersama maka segala bentuk pengeluaran harus merupakan kesepakatan bersama,

Hal pertama yang bisa dilakukan dalam membenahi keuangan keluarga adalah membuat anggaran. Alokasinya adalah sebagai berikut :

- 50 persen untuk kebutuhan sehari-hari, seperti makan, pakaian, bayar tagihan (listrik, pam, telepon, iuran rt/rw, dll), gaji pekerja, uang sekolah, dll

- 25 persen membayar cicilan utang

- 15 persen asuransi (jiwa, kesehatan dan harta benda)

- 10 persen tabungan

Selanjutnya Anda harus mempunyai dana darurat yang bisa digunakan dalam kondisi mendesak agar tidak mengganggu pengeluaran rutin bulanan. Untuk yang sudah berkeluarga idealnya mempunyai dana darurat sebesar 6-12 kali pengeluaran bulanan.

Simpanlah dalam instrumen yang gampang dicairkan, seperti tabungan, deposito atau emas. Setelah dana darurat terbentuk, Anda bisa memulai mengalihkan tabungan untuk berinvestasi agar bisa menambah aset atau kekayaan.

Untuk Asuransi, yang harus menjadi prioritas adalah pencari nafkah utama. Pastikan proteksi yang didapat sesuai dengan kebutuhan Anda, Jika di tempat kerja sudah diberikan proteksi untuk kesehatan yang memadai Anda bisa mengalihkan premi ke manfaat lainnya. Barulah selanjutnya bisa ditambah dengan asuransi pendidikan untuk anak-anak.

Semoga penjelasan saya dapat membantu Anda dalam mengelola keuangan keluarga.

Terimakasih

Sari Insaniwati, CFP

MRE Financial & Business Advisory

www.mre.co.id @mreindonesia

Mitra Rencana Edukasi, PT | Jl. Musi no.33 Cideng Gambir Jakarta Pusat 10150|ph 021-3856722|www.mre.co.id|follow us @mreindonesia

Join “Dare to Dream Indonesia”, our free entry program Coaching & Business mentoring. http://www.facebook.com/pages/Dare-t...ia/11291371265.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links