View Single Post
Old 15th December 2014, 11:19 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Rebalancing dalam Investasi

Quote:
SETELAH melewati hampir setahun waktu berinvestasi di tahun 2014, investor bersiap memasuki tahun yang baru. Salah satu strategi investasi menjelang awal tahun adalah bersiap melakukan rebalancing portofolio. Apakah yang dimaksud dengan rebalancing?

Rebalancing adalah strategi menyesuaikan kembali alokasi portofolio sesuai tujuan investasi investor. Saat memulai berinvestasi, investor harus memiliki tujuan investasi. Meliputi, berapa lama jangka waktu investasi yang direncanakan dan berapa hasil investasi yang ditargetkan. Setelah memiliki tujuan, investor perlu membuat alokasi investasi yang juga harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.

Profil risiko akan menentukan pula alokasi investasi. Secara garis besar, profil risiko setiap orang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Untuk investor konservatif harus lebih banyak mengalokasikan dana pada instrumen dengan risiko rendah seperti obligasi dan deposito. Untuk tipe moderat bisa mengalokasikan dana secara berimbang pada instrumen investasi berisiko rendah, dan lebih tinggi yaitu saham atau reksa dana campuran. Sementara investor dengan tipe agresif bisa mengalokasikan dana sebagian besar pada instrumen saham.

Jangka waktu juga ikut memengaruhi pemilihan instrumen investasi. Jika waktu investasi lebih pendek, maka bisa memilih produk seperti obligasi yang risikonya lebih kecil. Sebaiknya jika jangka waktu investasi panjang, saham bisa dijadikan pilihannya.

Lalu apa kaitannya dengan rebalancing? Dalam perjalanan investasi, pasar modal mengalami kenaikan dan penurunan (fluktuasi). Bisa saja harga saham dalam beberapa periode mengalami kenaikan, atau sebaliknya terkoreksi. Di sisi lain instrumen obligasi juga naik atau turun. Begitu pun dengan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana yang ikut berfluktuasi mengikuti harga underlying asset-nya.

Mari kita buat contoh. Seorang investor, berdasarkan tujuan investasi dan karakteristik risiko menetapkan alokasi investasi 20 persen pada instrumen obligasi, 10 persen pada reksa dana campuran, dan 70 persen pada saham. Dalam perjalanan investasi selama setahun, nilai investasi obligasinya naik, sementara nilai investasi sahamnya turun. Sedangkan reksa dana campuran tetap. Misalnya, setelah dihitung kembali total dana investasinya menjadi obligasi 35 persen, reksa dana campuran 10 persen dan saham 55 persen.

Dengan perubahan komposisi portofolio tersebut, investor harus melakukan rebalancing pada tahun berikutnya, dengan cara mengembalikan dana investasi dengan pembagian atau alokasi sesuai rencana awal, yakni 20 persen obligasi, 10 persen reksa dana campuran dan 70 persen saham. Bagaimana caranya? Dengan menjual obligasi agar komposisi investasi kembali ke posisi 20 persen dan menambahkan dana untuk membeli saham agar kembali ke posisi 70 persen. Dengan cara demikian, maka tujuan investasi investor akan kembali terjaga sesuai komposisi awal. (Tim BEI)
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links