View Single Post
Old 18th December 2014, 07:42 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Krisis dan Semburat Perang Ekonomi Entakkan Dunia

Quote:
JAKARTA Ketika diplomasi gagal, perang memang tidak bisa terhindarkan. Namun, perang yang terjadi tidak selalu melibatkan peluru dan ledakan. Hari ini, ketika persuasi tidak bekerja, negara-negara besar beralih ke pertarungan ekonomi sebagai langkah pertama mereka.

Melansir Bloomberg, Rabu (18/12/2014), penggunaan peperangan keuangan sebagai alternatif kekuatan militer telah tumbuh secara dramatis dalam abad belakangan ini. Sejak 2000, Amerika Serikat, Uni Eropa, Australia, Kanada, Jepang, Israel, Rusia, Korea Selatan, dan organisasi internasional telah dikenakan sanksi setidaknya 20 kasus di negara-negara, termasuk Myanmar, Sudan, dan Suriah.

Pasalnya, tidak ada negara maju yang memiliki senjata ekonomi lebih tinggi dari AS. Oleh karena itu, mereka telah membatasi impor, ekspor, investasi, dan transaksi keuangan lainnya lebih dari 110 kali di abad 20 karena mereka coba mengubah kebijakan atau menggulingkan pemerintahan.

Departemen Keuangan AS telah mengelola 37 program sanksi yang menargetkan pemerintah, individu, kelompok teroris, atau organisasi kejahatan di sekitar 20 negara. Metode yang dilakukan beragam, dari pembekuan aset pada bandar narkoba Meksiko hingga oligarki Rusia larangan bisnis dengan Iran dan Korea Utara.

AS dan Uni Eropa telah menerapkan sanksi terhadap Iran sejak 2010, dan menyebabkan impor minyak dari Iran turun tajam, serta mendongkrak inflasi dan pada akhirnya membantu Hassan Rouhani memenangkan Pemilihan Presiden Iran 2013. Dalam beberapa bulan kemudian, Iran menyetujui pembicaraan nuklir dan membuat konsesi terbatas tapi bersejarah.

Namun, perdebatan mengenai apa jenis sanksi yang mungkin mencegah intervensi Rusia di Ukraina menunjukkan bagaimana rumit untuk berhasil memenangkan perselisihan. Hubungan perdagangan Uni Eropa, termasuk kebergantungan pada gas Rusia, telah menyebabkan keraguan tentang embargo perdagangan yang luas yang dapat membahayakan AS dan perusahaan-perusahaan Eropa.

Pada awalnya, hukuman sebagian besar disesuaikan yakni individu, industri, atau lembaga, dengan pengecualian untuk makanan dan barang-barang kemanusiaan. Namun, pada Juli, Amerika Serikat dan Uni Eropa menaikkan sanksi dua kali lipat dan membatasi akses perusahaan Rusia untuk pasar, kredit, dan teknologi.

Pada September, hukuman baru memperketat pembatasan keuangan perusahaan, energi, dan pertahanan. Amerika dan Uni Eropa juga menghentikan kerjasama mereka dengan Rusia pada pengeboran Arktik. Pada November, ketika NATO melaporkan bahwa Rusia telah mengirimkan tank dan pasukan ke timur Ukraina, menteri Uni Eropa sepakat untuk memberlakukan pembekuan aset dan larangan perjalanan pada individu Rusia.

Namun, kebijakan ini juga berpotensi gagal. Tengok saja kasus Kuba dan Korea Utara, embargo AS yang sudah berlangsung selama lebih dari setengah abad gagal untuk mengubah rezim atau kebijakan. Embargo untuk Rusia telah menghancurkan harga saham Rusia, melemahkan rubel, dan berpotensi menyebabkan resesi. Pertanyaannya adalah apakah itu sudah cukup untuk membuat Presiden Vladimir Putin panik?
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links