View Single Post
Old 6th November 2012, 02:37 PM   #1
[M]
newbie
 
andi.teguh's Avatar
 
Join Date: 22 Sep 2012
Userid: 285
Location: http://www.forumku.com
Posts: 1,697
Real Name: andi teguh
Likes: 0
Liked 232 Times in 171 Posts
Default Westland Wasp : Legenda Heli AKS TNI AL


Westland Wasp TNI AL kini menjadi monumen di Surabaya

Bila merujuk pada kuantitas kapal perang yang dimiliki, boleh disebut TNI AL merupakan angkatan laut terbesar yang ada di kawasan ASEAN. Tapi terbesar belum tentu jadi yang terkuat, perihal yang terkuat masih harus dikalkulasi ulang, terutama bila dilihat dari perspektif jenis dan teknologi alutsista yang dimiliki oleh AL Singapura dan AL Malaysia.

Untuk segmen rudal anti kapal, TNI AL kini memang menjadi ‘raja’ di ASEAN dengan mengadopsi Yakhont sebagai rudal jelajah dengan jangkauan hingga 300Km. Bagaimana dengan segmen yang lain? Di lini kapal selam misalnya, Korps Hiu Kencana TNI AL tak terbantahkan menjadi operator kapal selam pertama di Asia Tenggara, tapi faktanya kini? Dari segi kuantitas dan teknologi, kapal selam TNI AL sudah tertinggal dari milik Singapura dan Malaysia. Semoga saja pesanan kapal selam terbaru untuk TNI AL dari Rusia dan Korea Selatan tidak terkendala lagi kedatangannya.

Lalu dengan merajalelanya kekuatan kapal selam di ASEAN, apakah TNI AL memiliki armada anti kapal selam (AKS)/anti submarine warfare (ASW)? Jawabannya punya, tapi itu duluu.., persisnya pada awal tahun 60-an, Penerbal (Pusat Penerbangan TNI AL) memiliki pesawat pemburu kapal selam. Pesawat yang dimaksud adalah Fairey Gannet. Pesawat ini sangat khas, pertama karena sosoknya yang terlihat tambun dan kedua, Gannet punya dua bilah baling-baling yang sejajar di bagian hidung. Dua bilah baling-baling ini berputar saling berlawanan arah.


Gannet, menjadi legenda pemburu kapal selam Penerbal TNI AL

Masuknya pesawat AKS jenis Gannet ke jajaran TNI-AL diawali dengan kontrak pembelian pesawat Gannet tipe AS-4 dan T-5 oleh KSAL dengan pihak Fairey Aviation Ltd (Inggris) pada tanggal 27 Januari 1959 di Jakarta. Untuk ’mengganyang’ kapal selam musuh, Gannet dibekali kemampuan membawa dua unit torpedo yang ditempatkan dalam bomb bay. Serta tak ketinggalan peluncur roket dibawah kedua sayap. Di periode yang sama, Penerbal juga pernah memiliki heli AKS Mi-4 yang masuk dalam skadron 400. Tapi informasi diatas tentu hanya bicara dalam konteks masa laloe. Nah, bagaimana kondisi saat ini?

Wasp Dalam Kenangan
Sejak NKRI berdiri, TNI AL sejatinya baru mengopersikan 2 tipe heli AKS, yakni Mi-4 dan Westland Wasp HAS MK.1 . Dan Wasp-lah sosok heli ringan yang menjadi kepanjangan mata dan kekutan penghancur kapal selam pada frigat-frigat TNI AL di dasawarsa 80 dan 90-an.

Wasp adalah heli yang dirancang ideal untuk diopersikan dari atas geladak frigat, meski dibuat oleh Westland Helicopter yang merupakan perusahaan Inggris, Wasp yang digunakan oleh TNI AL merupakan bekas pakai dari AL Belanda. Jumlah yang dibeli sebanyak 10 unit, dan sejatinya merupakan paket dalam pembelian frigat kelas Tribal dari Inggris, dan frigat kelas Van Speijk dari Belanda. Karena dibeli second dan masuk dalam sistem paket, Wasp dihargai cukup murah, yakni US$75.000 per heli.


Ruang kokpit Wasp
__________________


andi.teguh is offline   Reply With Quote
Sponsored Links