View Single Post
Old 6th November 2012, 06:06 PM   #1
[M]
newbie
 
andi.teguh's Avatar
 
Join Date: 22 Sep 2012
Userid: 285
Location: http://www.forumku.com
Posts: 1,697
Real Name: andi teguh
Likes: 0
Liked 232 Times in 171 Posts
Default M-48 76mm : Meriam Gunung Yon Armed TNI AD



Bagi Anda yang biasa memperhatikan alutsista milik TNI, seyogyanya mengenal jenis meriam yang satu ini. Punya bentuk relatif mungil dan sering dipamerkan dalam setiap defile satuan artileri medan (armed) TNI AD, ya inilah meriam M-48 kaliber 76mm, atau persisnya 76,2mm. Meriam ini termasuk kategori buyut, alias sudah memperkuat TNI AD cukup lama, setidaknya meriam mungil ini sudah memperkuat armed TNI AD sekitar 5 dekade, dan hebatnya masih terus digunakan hingga kini.

M-48 resminya adalah meriam buatan Yugoslavia, senjata ini dirancang semasa perang dingin, dan dipersiapkan untuk bergerak di wilayah pegunungan. Ini artinya M-48 harus memiliki desain yang kompak dan ringan, sehingga memudahkan mobilitas bagi awak yang mengoperasikan. Karena dituntut punya mobiltas tinggi serta bobot yang ringan, M-48 pun hanya mengadopsi spesifikasi kaliber ukuran kecil untuk kelas senjata armed, yakni 76mm.

Berat M-48 secara keseluruhan ’hanya’ 680Kg, terbilang ringan dibanding meriam kaliber 105mm dan meriam kaliber 120mm. Meriam ini menggunakan dua roda, dan untuk mobilitasnya cukup ditarik kendaraan 4×4 sekelas jip, atau truk ringan. Tapi ada yang membuat M-48 begitu khas dibanding alutsista TNI lainnya, dimana komponen meriam ini bisa diurai, sehingga bisa dibawa oleh satu regu pasukan, untuk merakitnya kembali pun relatif singkat, dalam sebuah defile penulis sempat melihat kemampuan awak Yon Armed merakit M-48 dalam hitungan dibawah 10 menit.

Sifanya yang ringan dan mobile, menjadikan M-48 sangat pas mendukung pergerakan pasukan lintas udara. Dalam beberapa latihan, helikopter Bell 412 milik Penerbad TNI AD kerap menggotong M-48 menuju area steling. M-48 pun sebenarnya sangat pas mendukung pergerakan pasukan dalam operasi gerilya, dimana M-48 juga dengan mudah ditarik oleh hewan sekelas kerbau.



Battle Proven
M-48 terbilang senjata yang battle proven, setidaknya M-48 digunakan secara aktif dalam perang di semenanjung Balkan, baik pihak Serbia, Bosnia, dan Kroasia, sama-sama menggunakan M-48 sebagai senjata pemukul di tahun 90-an. Di Indonesia sendiri M-48 punya kiprah tersendiri, salah satunya dilibatkan secara aktif dalam operasi Seroja. Tak sedikit M-48 digunakan untuk misi bantuan tembakan untuk pergerakan pasukan infantri dalam menyikat basis Fretilin.

Yang menarik untuk dicermati, TNI AD sangat mempercayakan meriam ini sebagai unsur senjata armed yang paling dominan, setidaknya ini bisa dilihat dari banyaknya batalyon armed yang masih menggunakan M-48. Dari beragam tipe M-48, yang dimiliki TNI AD adalah jenis M 48-B1-A1-I, satuan yang menggunakan adalah Yon armed dalam lingkung Kostrad dan Kodam. Satuan TNI AD yang menggunakan meriam ini adalah Yon Armed 8/76 Tarik/ Uddhata Yudha dan Yon Armed 11/76 Tarik/Guntur Geni Yudha, keduanya masuk dalam Resimen Armed 1 Putra Yudha dari Divisi Infantri 2/Kostrad. Lalu Yon Armed 9//76 Tarik/Pasopati, Yon Armed 10/76 Tarik/Brajamusti, dan Yon Armed 13/76 Tarik/Nanggala, ketiga masuk dalam Resimen Armed 2 Sthira Yudha dari Divif 1/Kostrad. Lain dari itu ada batalyon armed pengguna M-48 dilingkungan Kodam, yakni Yon Armed 6/76 Tarik Kodam VII/Wirabuana, dan Yon Armed 15/76 Tarik/Cailendra Kodam II/Sriwijaya.



NBell-412 Penerbad TNI AD tengah membawa M-48



Bila diasumsikan, masing-masing batalyon memiliki minimal 18 pucuk M-48, maka total populasi meriam ini memang masih lumayan signifikan. Ditinjau dari segi daya gempur, M-48 punya jarak jangkau proyektil antara 7.800 – 8.750 meter.Sudut elevasi laras bisa diset secara manual mulai -15/+45 derajat. Kecepatan luncur proyektil mencapai 387 meter/detik, dan dalam tingkat kesiapan tinggi, awak M-48 dapat menembakkan hingga 25 peluru per menit. Larasnya sendiri harus diganti bila telah melewati 6.000 tembakan.

Jenis amunisi yang bisa dilontarkan dari M-48 adalah HE (high explosive)-unitary, HE-Frag, HESH, HEAT, Smoke, dan Inert training. Berat untuk proyektilnya bervariasi, seperti untuk jenis HEAT (high explosive anti tank) – 5,1Kg dan HE M55 – 6,2Kg. Di lingkungan armed TNI AD, satu pucuk M-48 diawaki oleh 6 personel. Dengan menggunakan basis towed, meriam ini dapat ditarik jip hingga kecepatan maksimum 30Km/jam.

Selain Indonesia dan eks negara-negara Yugoslavia, M-48 juga digunakan oleh India, Myanmar, dan Sri Lanka. Saat ini M-48 tak lagi diproduksi, menurut kabar meriam ini telah diproduksi sebanyak 548 pucuk. Saking bekennya merian ini, M-48 juga akrab disebut sebagi ”Tito Gun,” Tito mengacu pada nama Presiden Yugoslavia kala itu, Josef Broz Tito.




http://indomiliter.files.wordpress.c...0gun.jpg?w=500


Quote:
Meriam M-48 memang punya perjalanan panjang dalam pengabdian, setelah dahulu digunakan untuk menggepur Fretilin di Timor Timur, kini justru pemerintah RI malah menghibahkan 6 pucuk meriam ini untuk militer Timor Leste dan 6 pucuk lainnya ke Papua Nugini. (Haryo Adjie Nogo Seno)

Spesifkasi M-48 B1-A1-I
Negara asal/pembuat : Yugoslavia
Jenis : Towed gun
Kaliber : 76,2mm/ 3 inchi
Berat : 680Kg
Jangkauan tembak : 8750 meter
Awak : 6 personell
sumber
__________________


andi.teguh is offline   Reply With Quote
Sponsored Links