View Single Post
Old 29th December 2014, 08:38 AM   #1
Sek Des
 
Join Date: 26 Apr 2013
Userid: 967
Location: Jakarta, Indonesia
Age: 25
Posts: 570
Real Name: Nana
Likes: 1
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Mengapa Masyarakat Harus Berpaling Dari Premium?




Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) menilai, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi masyarakat Indonesia meninggalkan BBM jenis Premium. Menurut Ketua Tim Tata Kelola Migas Faisal Basri, BBM beroktan 88 itu memiliki pembentukan harga yang tidak jelas.

"Proses pembentukan harga tidak jelas. Tidak dilengkapi dinamika pasar karena tidak ada pasar (Premium) RON 88 di Asia Tenggara. Tidak ada yang memproduksi, jadi untuk menetapkan harga RON 88 rumusnya aneh," ujar Faisal dalam acara diskusi di Jakarta, Sabtu (27/12/2014).

Lebih lanjut, kata dia, lantaran tidak ada pasar internasional yang memperjualbelikan Premium, maka sistem jual-belinya pun menjadi lahan basah bagi para mafia migas. Bahkan Faisal menyebut tempat impor Premium yang dilakukan Pertamina saat ini layaknya "ruang gelap".

Selain karena penentuan harga Premium tak jelas, alasan kedua mengapa masyarakat harus berpaling dari Premium adalah momentum penurunan harga minyak dunia.

"Karena tidak ada pasar (yang jelas), seolah RON 88 ini berada di ruang gelap, munculah mafia menetukan harga tidak lewat (mekanisme) pasar," kata dia.

Sementara itu, hal berbeda terjadi dalam penentuan harga Pertamax atau BBM Ron 92. Menurut Faisal, penentuan harga Ton 92 lebih jelas karena ramai diperjualbelikan di Pasar international. Oleh karena itu, ruang bagi penentuan harga pun bisa lebih jelas terlihat ketimbang BBM Ron 88.

"Kalau pakai Ron 92 tentu kualitasnya lebih baik. Harganya pun bisa kompetitif (dengan Ron 88 apabila disubsidi)," ucap dia.



sumber
miss_nha is offline   Reply With Quote
Sponsored Links