View Single Post
Old 30th December 2014, 01:07 PM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Tony Fernandes Ditempa Ujian

Quote:
JAKARTA - Pertumbuhan AirAsia dapat bergantung pada cara Tony Fernandes menanggapi hilangnya QZ 8501.

Lewat strategi jitu, sang pemilik AirAsia telah mengangkat maskapai bertarif rendahnya sebagai salah satu perusahaan tersukses di Asia. Kini, Fernandes yang mantan eksekutif musik mesti menerapkan ketepatan serupa, agar AirAsia selamat dari krisis besar pertamanya.

“Ia tipe pemimpin yang menghadapi krisis secara langsung dan mengendalikan pesannya,” papar Goh Moh Heng, presiden konsultan manajemen krisis dan bisnis berbasis Asia, BCM Institute.
Wirausaha 50 tahun asal Malaysia itu bertolak ke Surabaya, beberapa jam sesudah QZ8501 dilaporkan hilang. Di sana, ia berdialog dengan keluarga dari 162 orang dalam pesawat. Tanpa topi merah khasnya, Fernandes menyatakan bahwa prioritasnya saat ini adalah keluarga korban.

Sejak QZ8501 hilang kontak dengan menara pengendali lalu lintas udara pada Minggu pagi, ia juga beberapa kali menuliskan perasaan lewat Twitter. Ia berterima kasih atas semua dukungan bagi AirAsia, yang mengubah warna foto di media sosial dari merah menjadi abu-abu.

“Untuk semua staf saya … tetap kuat dan terus menjadi yang terbaik,” tulisnya dalam satu cuitan Twitter. “Kehangatan dan dukungan warga Indonesia sangat mengagumkan. Ke manapun saya pergi. Hanya dukungan tulus [yang saya terima],” tulisnya suatu waktu. Ia menggambarkan insiden sebagai “mimpi saya yang paling buruk.”

Reaksi AirAsia terhadap hilangnya QZ8501 berkebalikan dengan respons dalam insiden MH370. Kala pesawat Malaysia Airlines berpenumpang 239 orang itu hilang pada Mei, tanggapan kadang-kadang saling bertolak belakang. Pemerintah Malaysia dan Malaysia Airlines menghadapi kritik dari keluarga penumpang serta pemerintah asing. Kritik terutama menyangkut cara keduanya menangani krisis.

Sejak saat itu, sejumlah maskapai mulai memperbaiki cara-cara penanganan krisis.

“Banyak pelajaran yang diperoleh [dari serangkaian insiden],” papar Shukor Yusof, analis penerbangan di Endau Analytics berbasis Malaysia. Namun, ia menilai Fernandes dan AirAsia harus berusaha lebih keras lagi jika mereka ingin mempertahankan pangsa pasar, yang kini kira-kira mencakup seperempat dari total perjalanan udara di Asia Pasifik.

Tugas utama AirAsia adalah menangkis dugaan bahwa model bisnis low-cost mereka berperan dalam hilangnya QZ8501. Pada Senin di Surabaya, Fernandes mengaku saat ini masih terlalu dini mempertimbangkan perubahan operasi AirAsia. Namun, perusahaan akan tetap memetakan kemungkinan baru, kala penyelidikan menyeluruh telah tuntas. Menurut Fernandes hari Senin, AirAsia dan keluarga penumpang belum merundingkan soal kompensasi.

Investor juga perlu ditenangkan. Saham AirAsia turun 12 persen pada sesi pembukaan di Kuala Lumpur, hari pertama selepas insiden. Saat penutupan, nilainya turun 8,5 persen.

Dalam upaya itu, figur Fernandes sebagai sosok publik sangat berpengaruh terhadap reputasi maskapainya. “Tony adalah AirAsia, dan AirAsia adalah Tony,” pungkas Shukor.

Saat menyambi menjadi pembawa acara kompetisi bisnis “The Apprentice”, ia mengaku mesti berlatih mengumandangkan kata-kata “Kamu dipecat!” Kini, giliran Fernandes yang harus menjalani ujian. (Oleh James Hookway)


Artikel ini pertama kali dipublikasikan Wall Street Journal.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links