View Single Post
Old 7th January 2015, 08:21 AM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 2 Nov 2014
Userid: 2780
Posts: 711
Likes: 0
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Panglima TNI: Lihat Alutsista yang Canggih, Ngiler juga


Banyak negara sahabat kut membantu Indonesia mencari badan pesawat dan evakuasi korban pesawat AirAsia QZ 8501 di perairan Selat Karimata. Mereka bahkan mengerahkan kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) canggih.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengapresiasi terlibatnya sejumlah negara asing pada misi evakuasi AirAsia. Moeldoko juga mengaku iri dengan alutsista canggih yang belum dimiliki TNI.

“Ya pasti kalau kita lihat alutsista yang canggih ngiler juga, ada jenis heli Viper luar biasa. Kita sungguh menginginkan,” kata Moeldoko dalam jumpa pers di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa (6/1/2015).

Dalam upaya evakuasi korban termasuk mencari black box pesawat AirAsia yang jatuh di lautan, Badan SAR Nasional menerima bantuan dari negara sahabat yakni AS, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Australia, Tiongkok, Rusia dan Jepang.

Mereka menurunkan kapal-kapal SAR dan perang dengan kemampuan sonar locator, pinger locator serta helikopter.

“Saya ucapkan terima kasih dan hormat saya sebagai Panglima TNI yang merasa sangat dibantu oleh negara-negara sahabat,” tutur Moeldoko. (detik.com).
Menurut Panglima TNI Jenderal Moeldodko, helikopter Sea Hawk milik Amerika Serikat cocok untuk digunakan TNI AU. Apalagi dirinya telah mencoba menggunakan saat meninjau area pencarian. “Kami lihat Sea Hawk itu bagus untuk operasi TNI Angkatan Udara,” terang dia. (Merdeka.com/06/01/2015).

Panglima TNI Minta AL Bikin Skenario Modernisasi Alutsista

Panglima TNI Jenderal Moeldoko memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dari Laksamana Marsetio kepada Laksamana Madya Ade Supandi di Dermaga Ujung, Koarmatim Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/1/2015).

Panglima TNI dalam sambutannya mengatakan, awal tahun 2015 hingga lima tahun ke depan merupakan babak baru keberlanjutan pembangunan kekuatan dan pengembangan kemampuan TNI.

Pembangunan kekuatan dan pengembangan kemampuan TNI, disusun dalam kerangka kebijakan Minimum Essential Force (MEF), yang ditujukan guna mengamankan kepentingan nasional.

Implementasinya harus melalui tahapan Fiscal And Program Guidance, yang merupakan salah satu tahapan krusial dalam pembangunan kekuatan, karena merupakan penghubung antara ends dengan means untuk mendapatkan Available Forces.

“TNI telah menetapkan Renstra Pemeliharaan dan Perbaikan Alutsista 2015-2019 dan Renstra Pembangunan Kesejahteraan Prajurit 2015-2019, sebagai upaya mengeliminasi potensi disparitas tersebut,” kata Panglima TNI.

Disamping itu, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa berlakunya Asean Political Security Community, termasuk di dalamnya Asean Maritime Forum, yang bersamaan waktunya dengan pelaksanaan pembangunan kekuatan TNI.

Hal ini menuntut Indonesia menjadi pemain yang aktif, sebab Asean Maritime Forum akan lebih banyak memainkan aspek operasional yang membutuhkan penggunaan instrumen militer, dalam hal ini Angkatan Laut yang kredibel dan mempunyai kemampuan penangkalan, dalam rangka kerja sama menjaga stabilitas keamanan kawasan Asia Tenggara, yang kian rumit dalam tahun-tahun ke depan.

“Untuk menghadapi semua tantangan yang berkembang, TNI AL saat ini telah memiliki perencanaan Midlife Update terhadap sistem senjata yang esensial, untuk tidak memberatkan di masa mendatang, di samping skenario modernisasi Alutsista, yang bentangnya dari sekarang hingga 15 tahun mendatang,” kata Jenderal TNI Moeldoko. (tribunnews.com).
supry is offline   Reply With Quote
Sponsored Links