View Single Post
Old 7th January 2015, 09:35 AM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 2 Nov 2014
Userid: 2780
Posts: 711
Likes: 0
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Pasukan Katak: Cuaca Buruk adalah Kawan Baik Kami

Pangkalan Bun – Tim evakuasi dari unsur laut kian intensif mengerahkan armada untuk mendeteksi kerangka utama dari badan pesawat AirAsia Q8501 pada hari keenam pencarian, Jumat (2/1). Serpihan pesawat yang berhasil ditemukan hingga hari ini dijadikan petunjuk untuk lebih mendalami investigasi.

Menurut Kepala Operasi SAR Pangkalan Bun Marsekal Pertama Supriyadi, pencarian kini fokus di bawah laut dengan menggunakan alat sonar detektor eco sounder. Alat itu sudah dua hari diandalkan untuk pencarian.

“Semakin banyak bukti dan tanda kemungkinan besar kerangka AirAsia semakin dekat dengan deteksi kapal laut,” ujar Supriyadi di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Jumat.

Meski demikian, titik lokasi pasti dari badan pesawat jenis Airbus A320 itu hingga kini masih menjadi misteri. Cuaca buruk dan gelombang ombak yang tinggi menjadi kendala penyisiran di wilayah perairan.

Tim khusus Komando Pasukan Katak (Kopaska) sudah siap terjun menyelami bawah laut untuk mencari keberadaan pasti badan pesawat. Kapten Laut (P) Danden SatKopaska Edy Tirtayasa mengatakan, saat ini ada 41 personel Pasukan Katak yang disiagakan menyelam ke bawah laut.

Mereka bakal disebar di kapal-kapal yang diperbantukan untuk menyisir wilayah perairan pada jarak 90-150 nm dari arah barat daya Teluk Kumai, Pangkalan Bun.

“Hingga detik ini kami belum menerjunkan personel ke bawah laut. Walaupun pintu darurat sudah ditemukan, belum tentu lokasinya sama dengan posisi badan utama pesawat,” kata Edy.

Komandan Tim Kopaska Teluk Kumai itu menyatakan, operasi pencarian di laut lebih sulit ketimbang di darat. Meski tim gabungan laut telah dilengkapi alat deteksi sonar, tidak berarti tim penyelam bawah laut bisa langsung diterjunkan membantu pencarian.

Namun Edy memastikan, timnya sudah terbiasa dengan cuaca paling buruk sekalipun. Penyelaman di tengah amukan ombak diakui Edy telah menjadi santapan sehari-hari Pasukan Katak.

“It is not a big problem. Cuaca buruk adalah kawan kami. Tapi pertanyaannya sampai kapan lokasi pasti ditemukan. Jenazah bisa membusuk di lautan. Persoalan evakuasi akan menjadi PR berat kami,” ujar Edy.

Hingga hari keenam pencarian, Badan SAR Nasional (Basarnas) baru menemukan sejumlah bagian dari pesawat AirAsia hilang kontak, Ahad lalu, 28 Desember 2014. Pesawat dengan rute Surabaya tujuan Singapura tersebut hilang kontak pada Ahad pagi (28/12) pukul 06.17 WIB, hanya beberapa menit setelah lepas landas di Bandara Juanda, Surabaya.

Sementara itu empat jenazah telah diidentifikasi. Satu jenazah teridentifikasi Kamis lalu (1/1) atas nama Hayati Lutfiah Hamid dan sudah diserahkan kepada keluarga.

Tiga jenazah lainnya diidentifikasi hari ini, Jumat, atas nama Grayson Herbert Linaksita, Kevin Alexander Soetjipto, dan Khairunnisa Haidar Fauzi alias Nisa. (CNN Indonesia).
supry is offline   Reply With Quote
Sponsored Links