View Single Post
Old 13th January 2015, 08:16 AM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 2 Nov 2014
Userid: 2780
Posts: 711
Likes: 0
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Sketsa Skadron Tempur TNI AU Mendatang


Sekali lagi saya bukan tidak menyukai Su-35. Justru Su-35 adalah pesawat tempur kesukaan saya. Ausairpower.net website Australia ini sudah memberikan banyak iklan gratis untuk Su-35.

Walaupun website ini sudah lama tidak lagi di-update, karena tujuan utama website ini, Australia membeli F-22 sudah tumpul. Analisa Ausairpower juga menurut saya terlalu meremehkan pilihan-pilihan Eropa.

Sebenarnya saya berharap di masa depan (tidak tahu kapan?), komposisi armada TNI-AU yang akan sesuai dengan kebutuhan Indonesia adalah sebagai berikut:

2 Skuadron berat: 32 Su-35 SKI atau 32 Su-30 MKID (versi canard mirip Su-30 SM atau Su-30 MKI yang sudah dimodernisasi lebih lanjut).

Su-30 SM adalah pilihan yang lebih aman, karena sudah ada ratusan unit operasional. Su-35 lebih hebat, tetapi jumlah di dunia sedikit, jadi faktor ongkos support bisa lebih mahal.
Lebih baik pilih salah satu tipe saja, dan beli langsung 32 pesawat. Jangan setengah-setengah. Biaya perawatan dan support akan lebih mahal.
Sistem Network terintegrasi dengan Gripen-E dan AWACS.
Fungsi Utama: Serangan target strategis jarak jauh, mengamankan lokasi-lokasi tertentu yang bisa menjadi target, dan membantai F-35.

Su-27/30 di Skuadron-11 lebih baik dijual saja agar kita hanya memakai 1 variant Flanker saja yang lebih modern. Lagipula secara teknis, kekurangan radar AESA/PESA di Su-27/30 membuatnya agak ketinggalan jaman.

4 Skuadron tempur ringan: 64 Gripen-E
Fungsi utama: Patroli udara yang ekonomis, dan (di kala konflik) pertahanan udara strategis bisa dipangkalkan secara darurat di manapun juga di Indonesia, akan membuat lawan kesulitan mencari lapangan udara utama untuk dibom. Kalau ternyata Flanker kita dihancurkan di lanud Hassanudin, TNI-AU tetap bisa terus berjuang dengan Gripen-E yang mereka pangkakan darurat dimana-mana.
Gripen-E yang RCS-nya kecil juga akan memberi kombinasi yang bagus dgn Flanker yang lebih besar.

Skenario Pertempuran dari komposisi ini:

4 F-35 yang dipandu AWACS berkonsentrasi untuk mengalahkan 2 Su-35 yg mereka liat jelas di radar, dan bersiap untuk menembakkan AMRAAM. Mereka tidak melihat formasi supercrusing Gripen-E bersembunyi dibelakang formasi Flanker.

F-35 membuka tempat senjata di perut, AMRAAM ditembakkan, dan membelok. Radar IRBIS-E sekarang bisa melihat F-35, mungkin lebih dulu drpd Selex AESA di Gripen E. IRST OLS-35 juga melihat bahwa AMRAAM sudah ditembakkan.

Sistem Network antar pesawat dari Su-35 memberi signal ke Gripen-E lokasi dan jarak target.

Su-35 menembakkan RVV-AEE dengan infra-red seeker dan radar-seeker, dan membelok untuk menghindari AAMRAM.

Gripen-E juga menembakkan Meteor ramjet BVRAAM dari belakang, SELEX AESA memberikan update sasaran melalui 2-link signal ke Meteor.

Su-35 bisa mengalahkan AMRAAM dengan electronic countermeasure, and kinematis yang bagus. Pesawat dengan +9G manuver, akan mudah menghindari AMRAAM yang terlalu cepat dan kurang kontrol di saat akhir.

2 F-35 kewalahan menghadapi RVV-AE dan dihancurkan. 2 sisanya berhasil menghindar, tapi tidak menyangka juga harus menghadapi Meteor yang menggunakan sistem ramjet dan mempunyai kemampuan manuever lebih bagus. Keempat F-35 hancur.

Atau, semua pesawat berhasil menghindari BVRAAM, Su-35 bisa menangkap F-35 yang sedang terbang pulang (dan sekarang tidak bersenjata), dan menembak jatuh dengan R-73/R-74 SRAAM. Kalau ada yang lolos, Gripen-E dengan perpaduan aferburner dan supercruise mengejar sisanya, dan menembak jatuh dengan IRIS-T.

Sekarang AWACS lawan yang sendirian itu juga menjadi sasaran empuk. Tembak saja dgn Gsh-30 cannon atau Mauser K-27 agar menghemat biaya pemakaian missile.
supry is offline   Reply With Quote
Sponsored Links