View Single Post
Old 16th January 2015, 05:32 PM   #1
Sek. RT
 
Join Date: 12 Nov 2014
Userid: 2837
Posts: 33
Likes: 0
Liked 1 Time in 1 Post
Default Waktu yang Tepat Membeli Rumah

Waktu yang Tepat Membeli Rumah Sirik terasa saat lihat rekan yang telah mempunyai rumah sendiri. Tinggal dirumah punya sendiri bikin Anda bebas bikin ketentuan sendiri. Bahkan juga orang-tua yang kebetulan bermalam dirumah Anda juga mesti ikuti ketentuan Anda. Anda juga jadi terasa tak akan buang duit sia-sia dengan indekos. Namun jika Anda sudah benar-benar yakin untuk membeli rumah, saya sarankan Anda membelinya di Videoproperti.com.



Namun, menjadi lajang Anda masih tetap berat untuk meninggalkan pola hidup Anda sekarang ini. Sepulang kantor bebas jalan-jalan hingga malam (bila beli rumah di pinggiran Jakarta pasti mesti pikir-pikir lagi bila pulang terlampau larut). Anda bebas jajan diluar, ngopi, belanja-belanja, travelling berbarengan rekan-rekan, serta lain sebagainya. Bila upah Anda dipotong untuk angsuran rumah, Anda mesti mengorbankan beberapa kecil kesenangan Anda itu.

Jadi, kapan sesungguhnya saat pas untuk beli rumah? Apakah beli saat ini adalah langkah yang pas? Apakah dengan upah Anda yang saat ini, Anda dapat membelinya? Apabila hal semacam itu yang masih tetap jadi pertimbangan Anda, sebagian pertanyaan dibawah ini mungkin saja bisa menolong Anda.

Bagaimanakah serta di mana hidup Anda satu tahun lebih ke depan?
Mungkin saja sekarang ini Anda terasa tambah nyaman dengan indekos atau mengontrak rumah ramai-ramai dengan rekan. Tetapi, pikirkan berapakah duit yang bakal Anda butuhkan demikian saja dengan indekos ditempat yang ada di pusat kota. Banding dengan angsuran rumah yang perlu Anda bayarkan apabila beli rumah. Apabila selisihnya tidak demikian besar, tambah baik Anda beli rumah. Duit kos atau kontrakan itu bakal jadi investasi Anda berbentuk rumah. Tunda beli rumah cuma bakal bikin Anda keluarkan semakin banyak duit saat bandrol harga rumah telah naik gila-gilaan.

Bagaimanakah keadaan keuangan Anda?
Saat Anda merencanakan mengambil credit pemilikan rumah di bank untuk melunasi pembelian rumah, bank pasti bakal mengecek keadaan keuangan Anda. Bank bakal meminta slip upah Anda, juga mencari tahu apakah Anda mempunyai utang-utang atau angsuran lain. Intinya, apabila Anda berutang ke bank, apakah hal semacam ini bakal merubah keadaan keuangan Anda keseluruhannya? Bank pasti tidak mau Anda alami kesusahan mencicil utang Anda.

Umumnya bank bakal mengkalkulasi rasio keseluruhan utang Anda saat sebelum mengabulkan permintaan mengajukan utang Anda. Berarti, berapakah keseluruhan keharusan utang Anda, termasuk juga utang kartu credit, angsuran mobil, atau mungkin saja credit tanpa ada agunan Anda. Keseluruhan utang baiknya tak semakin besar dari pada 40 % upah kotor Anda satu bulan.

Berapakah kekuatan Anda?
Ada langkah yang gampang serta cepat untuk mengestimasi kekuatan Anda dalam beli rumah berdasar pada jumlah pendapatan Anda. Kalikan upah kotor Anda sepanjang setahun dengan 3, 4. Umpamanya upah Anda Rp 5 juta satu bulan, jadi satu tahun upah Anda Rp 60 juta. Bila dikalikan 3, 4, jadi Anda dapat beli rumah seharga Rp 204 juta. Sebagian ahli keuangan juga merekomendasikan, baiknya Anda tak membayar kian lebih 32 % upah kotor sepanjang satu bulan untuk angsuran rumah. Anda juga masih tetap mesti membayar down payment, yang besarnya kelak bakal merubah besaran angsuran Anda setiap bln..

Kalkulasi juga maintenance rumah
Beli rumah berarti Anda bertanggungjawab dengan seluruhnya cost pemeliharaan atau perawatannya. Lalu, walau rumah itu tak segera Anda tinggali, Anda terus mesti membayar iuran-iuran kan? Umpamanya iuran sampah, iuran keamanan, dsb. Bersiaplah untuk membayar seputar 3 % satu tahun (dari bandrol harga rumah) untuk cost pemeliharaan untuk rumah yang baru, serta tingkatkan jumlah itu sampai 5 % bila Anda beli rumah sisa.

Dapatkah Anda tutup seluruhnya cost pembeliannya?
Terdapat banyak komponen cost yang perlu Anda tanggung saat beli rumah. Terkecuali membayar bandrol harga tempat tinggalnya, Anda juga mesti membayar PPN (10 % dari bandrol harga pokok rumah), cost pengurusan surat-surat tanah (seperti Hak Manfaat Bangunan atau Hak Punya), cost notaris, cost administrasi bank, serta mungkin saja juga cost survey tempat. Sesudah rumah dibeli, Anda masih tetap perlu cost untuk pindahan, instalasi listrik (bila umpamanya Anda mau menaikkan daya), perlengkapan, serta beberapa hal kecil lain yang nyatanya tidak sedikit jumlahnya.

Waktu beli rumah, keadaan keuangan Anda pasti dipengaruhi. Mungkin saja dalam bulan-bulan bahkan juga th. pertama Anda bakal susah menyisihkan duit untuk hura-hura lagi. Namun, janganlah pikirkan berapakah upah Anda yang terkuras untuk membayar angsuran rumah. Pikirkan enaknya mempunyai rumah sendiri. Adakah yang lebih membanggakan dari pada itu?

Sumber : http://videoproperti.com/waktu-yang-...membeli-rumah/
kiostiket is offline   Reply With Quote
Sponsored Links