View Single Post
Old 21st January 2015, 10:07 AM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 2 Nov 2014
Userid: 2780
Posts: 711
Likes: 0
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Aliansi dan Arsenal Perang Palestina


Miris rasanya melihat begitu membabi-butanya Zionis Israel membantai rakyat Palestina di Gaza. Liga Arab pun tidak bisa berbuat nyata hanya mngecam dengan tindakan nol setiap perang brutal yang dilancarkan Israel terhadap Gaza dan selalu memakan korban ribuan jiwa.

Seperti Mesir, Jordania dan Arab Saudi, mereka tersandera kepentingan politik dengan AS. Tidak bisa dipungkiri sampai saat ini hanya Iran dan Hizbullah yang secara konsisten terus memberi bantuan riil dukungan dan persenjataan kepada pejuang Palestina, meskipun berbeda ideologi. Itulah sebabnya pula Hamas tidak mengirimkn pasukan membantu pemberontak Suriah sebagai solidaritas sesama militan Sunni berperang melawan Rezim Bashar.

Jika kita lihat kekuatan Hamas, tentunya tidak bisa kita bandingkan dengan kekuatan Hizbullah. Hizbullah relatif lama mmperkuat persenjataannya dengan tidak terusik oleh Israel dan mendapatkan full dukungan dari Suriah dan Iran. Saat itu Hizbullah sudah memiliki persenjataan yang lumayan gahar mulai dari roket katyusha, fajr 5, zelzal 2 sampai rudal anti kapal C 802. Itulah sebabnya dalam perang 33 hari tahun 2006, Hizbullah dapat mmberikan pukulan keras kepada Israel, menewaskan ratusan tentara Israel, menghancurkan puluhan tank merkava, merusak 2 kapal perang, dan merusak ribuan permukiman Israel.

Sedangkan kondisi Hamas berbeda, dalam perang sebelumnya seperti Perang 22 hari di tahun 2008 dan perang 8 hari di tahun 2012, meski memberikan perlawanan lumayan keras di perang terakhir, tetapi saja tidak bisa memberikan kerusakan besar kepada Israel.

Meskipun begitu, pada perang 8 hari, tercatat Hamas berhasil memberikan kejutan besar dengan menjatuhkan sebuah F 16 dan sebuah Apache Israel. Bahkan saat itu beberapa rudal jarak jauh fajr 5 berdaya jangkau 75 km berhasil menghujani Tel Aviv. Keadaan seperti itulah yang memaksa Israel saat itu untuk menangguhkan serangan daratnya dan mengadakan gencatan senjata. Dalam konflik tersebut, kota-kota di Israel sedang dalam kepanikan besar, diakibatkan jatuhnya roket yang disinyalir merupakan roket sijjil S7 di kota Chadera yang berjarak 117 km dari Gaza. Capaian ini mngindikasikan terjadinya peningkatan kualitas persenjataan Hamas dibandingkan 2 tahun perang sebelumnya. Belum lagi hujan roket Hamas produksi rumahan dari Brigade Al Qassam yang sangat merepotkan Israel.

Meskipun saat ini Israel dipertahankan dengan Sistem pertahanan berlapis mulai dari Iron Dome, Arrow sampai yang terbaru yaitu David Sling, jika mnghadapi hujan roket Hamas yang sebagian besar merupakan produksi lokal, tetap saja banyak yang akan lolos jatuh di kota kota Israel. Belum lagi mahalnya biaya sistem pertahanan, seperti rudal Iron Dome, yang sebuahnya seharga 40 ribu USD. Hal inilah yang akhirnya membuat Israel menjatuhkan opsi untuk segera melakukan serangan darat untuk membungkam serangan roket Pejuang Palestina ke Israel.

Jika serangan darat terjadi, mungkin jalannya perang bisa berbeda. Pihak Palestina setidaknya bisa menjalani pertempuran sesungguhnya dengan saling berhadapan, bukannya pembantaian dengan selalu dibombardir. Karena memang rudal anti pesawat jarak pendek seperti igla dan strela yang dimiliki pejuang Palestina tidak cukup efektif melumpuhkan jet tempur Israel yang terbang tinggi. Bahkan jika perang darat terjadi, tidak menutup kemungkinan kegemilangan bisa di tangan Pejuang Hamas Palestina seperti halnya Hizbullah dalam perang 33 hari. Saat itu Hizbullah berhasil menewaskn ratusan tentara Israel dan melumpuhkan 50-an tank Merkava dengan ATGM Metis M. Semoga saat ini bantuan senjata trmasuk Metis M dan rudal canggih lainnya sudah sampai ke tangan Hamas.

Sampai saat ini, Pejuang Palestina terus meningkatkan serangan roketnya ke kota kota Israel, seperti: Tel Aviv, Chadera, Haifa, Baitul Maqdis, Heraqot, dan lain-lain. Jika serangan ini terus berlanjut dan terus meningkat jaraknya, bisa jadi kejadian perang sebelumnya terulang kembali, yaitu Israel terpaksa melakukan genjatan senjata. Tapi jika Israel tetap mnyerang, mungkin serangan roket yang tidak terbayangkan bisa terjadi sampai wilayah utara paling jauh Israel.(by:Runo_art).
supry is offline   Reply With Quote
Sponsored Links