View Single Post
Old 26th January 2015, 04:32 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 2 Nov 2014
Userid: 2780
Posts: 711
Likes: 0
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Puzzle Pengganti F-5 Tiger


Mari kita tarik rasionalitas pernyataan Panglima TNI Jenderal Moeldoko tentang pengganti F-5 Tiger -dari sisi lain- yang disebutkan kandidatnya adalah: SU-35, Gripen dan F-16 Block 52 (tulisan Antara 6/11/2014). Sekarang, “faktor politis”, kita keluarkan (pull out) dari analisa dan sebagai penggantinya kita masukkan elemen “kerja sama alutsista/ transfer teknologi”, untuk mendapatkan pandangan yang lebih luas, tentang pesawat tempur mana yang akan diambil oleh TNI.

Nama Gripen buatan SAAB, Swedia dimasukkan Panglima TNI, sebagai kandidat pengganti F-5 Tiger. Mari kita lihat eksistensi SAAB Swedia dalam industri alutsista Indonesia, apakah grafiknya meningkat, flat, atau malah menurun ?.

Indonesia sudah tidak asing dengan produk alutsista SAAB, meski skalanya cukup kecil di awal, antara lain dengan pembelian Senjata Anti-Serangan Udara jarak pendek RBS-70 dan juga radar giraffe.

Hubungan kerjasama alutsista Indonesia dengan SAAB Swedia terus meningkat, dengan semakin besarnya porsi keterlibatan SAAB Swedia dalam pembuatan New KRI Klewang, baik sistem penembakan, rudal, radar hingga desain.

Sebelumnya, SAAB juga terlebih dahulu mengumumkan siap melakukan ToT 100 persen untuk pembangunan jet tempur Gripen di Indonesia.

Dari keterangan itu, ada trend yang cukup signifikan dari perkembangan kerjasama alutsita Indonesia dengan SAAB, Swedia.

Yang menarik, pada saat Indo Defence 2014, Kamis kemarin, PT Pindad mengatakann akan mengirim sejumlah pegawainya ke SAAB Swedia, untuk belajar tentang rudal. Persis kalimatnya seperti ini:

“Kami melakukan kerjasama dengan sejumlah produsen seperti CMI Defence (Cockerill Maintenance & Ingenierie) Belgia, lalu ada SAAB Swedia dan Rheinmetall Land System dari Jerman,” ucap Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pindad Tri Hardjono dalam media briefing ‘Pindad and Partners’ di The Media Hotel Jl. Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (06/11/2014).

… Selain kendaraan tempur, sambung Tri, PT Pindad melakukan kerjasama dengan SAAB Dynamics di bidang pengembangan peluru kendali atau rudal.

Apakah pengiriman tenaga ahli Pindad ke SAAB Swedia, bagian dari paket pembelian senjata yang lebih besar, termasuk New KRI Klewang dan pesawat tempur pengganti F-5 ?. Pertanyaan yang belum terjawab. Yang jelas dari rangkaian itu, trend kerjasama alutsista Indonesia dengan SAAB Swedia, cukup meningkat tajam.

Bagaimana trend kerjasama transfer teknologi Indonesia dengan Sukhoi Aviation Corperation, Rusia dan Lockheed Martin, F-16 Block 52 AS ?. Tampaknya trend kerjasama / ToT dengan kedua fabrikan jet tempur itu datar-datar saja.

Dengan Asumsi kandidat pengganti F-5 Tiger adalah: SU-35, Gripen dan F-16 Block 52, jika faktor “pengembangan teknologi” dimasukkan dalam kriteria pemilihan, maka pemenangnya adalah Gripen, SAAB Swedia. Bagaimana menurut Warjagers ?.
supry is offline   Reply With Quote
Sponsored Links