View Single Post
Old 30th January 2015, 03:33 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 2 Nov 2014
Userid: 2780
Posts: 711
Likes: 0
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Multi Role Tanker Transport: Solusi Air Refuelling Aneka Jet Tempur TNI AU


Urusan daya jelajah menjadi penting bagi keberadaan jet tempur TNI AU, maklum wilayah udara yang harus di-cover terbilang ekstra luas. Meski ada beberapa pangkalan (Lanud) aju untuk mendukung operasi jarak jauh, tapi dalam prakteknya menyiapkan pangkalan aju belum tentu efektif dan dibutuhkan waktu untuk segala macam persiapan guna menerima kedatangan jet tempur dari pangkalan utama. Bagi jet tempur TNI AU, seperti Sukhoi Su-30 MK2 Flanker dan Hawk 200, jangkauan jelajahnya bisa dimaksimalkan dengan fasilitas air refuelling system. Agar diketahui, TNI AU lewat Skadron Udara 32 sejak 1961 telah mengoperasikan dua unit KC-130B Hercules, yakni jenis pesawat angkut berat C-130 Hercules yang punya kemampuan multi purpose, salah satunya sebagai pesawat tanker udara. KC- 130B Hercules mampu ‘menyusui’ di udara lewat teknik hose. Dengan teknik hose, pesawat tempur penerima harus menggapai drogue, berupa parasut kecil untuk proses air refuelling. Dalam pola ini, pesawat penerima yang harus aktif mencari ‘puting susu’ dari tanker tersebut.

Selain Sukhoi Su-30 dan Hawk 200, ‘pelanggan’ awal KC-130 Hercules TNI AU adalah jet tempur A-4E Skyhawk yang kini telah dipensiunkan dari kedinasan. Tentu saja, kemampuan KC-130 Hercules yang hanya bisa menyalurkan bahan bakar dengan teknik hose menjadi kendala bagi jet tempur TNI AU lainnya. Adalah F-16 A/B Fighting Falcon Skadron Udara 3 dan F-16 C/D Skadron Udara 16, kedua varian jet tempur first layer TNI AU ini tak bisa maksimal untuk urusan jelajah. Ambil contoh untuk melaksanakan operasi udara di wilayah Indonesia Timur, F-16 dari Lanud Iswahjudi mutlak membutuhkan pangkalan aju.

Yang jadi masalah utama, varian F-16 Fighting Falcon menganut teknik berbeda untuk air refuelling, yakni dengan teknik boom. Teknik boom adalah pengisian bahan bakar di udara menggunakan tail boom, semacam tangkai sodok di ekor. Dalam pola ini, pesawat tanker yang aktif memberi ‘asupan susu’ alias asupan bahan bakar ke pesawat penerima. Karena tak punya tanker udara untuk F-16, TNI AU selama ini sebatas memanfaatkan latihan bersama untuk berlatih air refuelling menggunakan pesawat KC-135 Stratotanker milik AU AS. Hati menjadi miris, setelah tahu bahwa AU Singapura dengan ruang udara yang amat minim, justru memiliki 4 unit KC-135 Stratotanker.

MRTT Solusi Untuk Semua Jet Tempur

Menyadari peran strategis dari air refuelling, mengingat jet tempur TNI AU pengganti F-5 E/F Tiger nanti juga pasti punya kemampuan air refuelling, maka mantan KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia pernah menyampaikan bahwa TNI AU tengah mengajukan pengadaan pesawat tanker kelas MRTT (Multi Role Tanker Transport). Hal tesebut disampaikan Ida Bagus dalam acara Exit Briefing sebelum mengakhiri masa tugasnya sebagai KSAU di Mabesau, Cilangkap (8/1/2015).

Spesifikasi Airbus A330 MRTT

Crew: 3: 2 pilots, 1 air refuelling operator
Capacity: 291 passengers, and 8 military pallets + 1LD6 container + 1 LD3 container
Length: 58.80 m
Wingspan: 60.3 m
Height: 17.4 m
Empty weight: 125,000 kg
Useful load: 45,000 kg non-fuel payload
Powerplant: 2× Rolls-Royce Trent 772B or General Electric CF6-80E1A4 or Pratt & Whitney PW 4170 turbofans
Fuel Capability: 111,000 kg
Maximum speed: 880 km/h
Cruise speed: 860 km/h
Range: 14,800 km
Service ceiling: 13,000 m
supry is offline   Reply With Quote
Sponsored Links