View Single Post
Old 11th February 2015, 10:20 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Sentimen Negatif Kebijakan Ekonomi Jokowi di Pasar Modal

Quote:
MEDAN – Sejumlah kebijakan pembangunan insfrastruktur pemerintahan Presiden Joko Widodo memang sangat ampuh mendongkrak saham-saham emiten di pasar modal saat ini. Khususnya saham-saham konstruksi seperti PTPP, WIKA, ADHI, WSKT maupun WTON, yang mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Namun disisi lain ada sentimen negatif yang bisa menekan kinerja saham di bursa terkait dengan kebijakan Jokowi sejauh ini.

Pengamat ekonomi Gunawan Bendjamin mengatakan, Jokowi cenderung mengejar wajib pajak khususnya dengan skala industri yang sangat besar guna menopang anggaran untuk pembangunan. Wacana pemerintahan Jokowi yang akan menaikkan pajak industri pelayaran sempat membuat saham sektor pelayaran mengalami shock.

“Sejumlah saham pelayaran tersebut masih susah bangkit hingga hari ini. Seperti harga saham PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) yang saat ini terpuruk dari kisaran Rp2.500 per lembar menjadi Rp1.800 per lembar saat ini. Hal serupa dengan harga saham TRAM (Trada Maritim) yang anjlok dari kisaran Rp300 per lembar menjadi Rp115 per lembar. Dan nasib serupa juga dialami oleh SOCI (Soechi lines) yang masih berjibaku di kisaran Rp620 per lembar,” sebutnya, Rabu (11/2/2015)

Gunawan menambahkan, sebelumnya kebijakan Presiden Jokowi yang menurunkan harga semen juga sempat menekan kinerja harga semen BUMN dan saham semen lainnya. Intervensi pemerintah tersebut memang disisi lain mendongkrak kinerja harga saham sektor konstruksi.

Kedepan, arahan agar suku bunga diturunkan juga tengah dicermati oleh para pelaku pasar. Maklum kebijakan tersebut memiliki dua mata pisau. Satu sisi akan membuat penyaluran kredit menjadi lebih baik, disisi lain bisa menekan laba perusahaan jika DPK (dana pihak ketiga) porsinya cukup besar dengan tingkat bunga yang masih tinggi.

“Secara keseluruhan kebijakan-kebijakan Jokowi memang dinilai sangat pro-pertumbuhan. Namun, manuver yang dilakukan membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dengan kebijakan Jokowi tersebut. Sejauh ini pemerintah cenderung mengatur pasar dari hanya sekedar menjadi regulasi semata,”tutupnya.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links