View Single Post
Old 26th February 2015, 08:36 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2791
Location: Indonesia
Posts: 723
Real Name: Secret. lol.
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default 15 Tahun Lagi, RI Stop Ekspor Batu Bara

15 Tahun Lagi, RI Stop Ekspor Batu Bara
http://bisnis.liputan6.com/read/2181...spor-batu-bara


Quote:
Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan, pemerintah Indonesia bakal menyerap seluruh produksi batu bara perusahaan tambang untuk kebutuhan dalam negeri. Dengan demikian, ekspor si emas hitam bakal ditiadakan dalam kurun waktu 15 tahun mendatang.

Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, R Sukhyar menyebut, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 mengacu pada Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015, rencana produksi pada tahun ini ‎ditargetkan 425 juta ton dan merosot menjadi 400 juta ton di 2019.

"Kebijakan pemerintah meminta penggunaan batu bara di dalam negeri lebih besar, jadi suatu saat nanti ekspor batu bara bakal zero (nol). Target pemanfaatan batu bara di pasar domestik sangat tajam, jadi mungkin baru berlaku 15 tahun dari sekarang," ujar dia saat Diskusi Sosialisasi RPJMN 2015-2019 Sektor Pertambangan di kantornya, Jakarta, Kamis (26/2/2015).

Lebih jauh dijelaskan Sukhyar, prosentase konsumsi batu bara di pasar domestik terhadap batu bara akan mencapai angka 60 persen atau 240 juta ton pada periode 2019 atau melonjak signifikan dibanding target tahun ini sebesar 24 persen atau 102 juta ton. Sementara porsi ekspor mengecil dari 333 juta ton di 2015 menjadi 160 juta ton dalam waktu lima tahun ke depan.

Ini sekaligus menjawab pertanyaan PT PLN (Persero) yang mengkhawatirkan potensi terjadinya impor batu bara pada 2036 apabila ekspor tetap digenjot meningkat hingga 8,4 persen per tahun.

Dia menghitung, rencana kebutuhan batu bara dalam negeri akan dialokasikan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dari 74 juta di 2015 menjadi 119 juta ton di 2019. Sementara untuk kebutuhan metalurgi, seperti PT Aneka Tambang Tbk, PT Krakatau Steel Tbk dan grup, serta PT Vale dengan total 4,65 juta ton pada 2019 dari 3,38 juta ton di 2015.

"Kebutuhan batu bara untuk industri pupuk sangat besar mencapai 11‎,08 juta ton, atau meningkat drastis dari target tahun ini 1,31 juta ton. Contohnya untuk PT Pupuk Sriwijaya, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Kalimantan Timur," terang Sukhyar.

Dia menambahkan, kebutuhan batu bara untuk industri semen dari 10,54 juta, ditargetkan bakal menanjak tinggi menembus 13,22 juta ton pada 2019. Dalam hal ini, diperuntukkan bagi PT Semen Holcim, PT Semen Indonesia dan perusahaan semen lainnya. Untuk tekstil dalam lima tahun ke depan perlu batu bara 3,02 juta ton, industri kertas yang menyerap 880 ribu ton dan industri briket 30 ribu ton.

"Totalnya ‎di 2015, kebutuhan batubara 92,31 juta ton dan akan melesat menjadi 151,87 juta ton pada 2019. Sementara dalam RPJMN ditargetkan 102 juta ton dan 240 juta ton sehingga ada gap atau defisit kebutuhan batu bara 9,69 juta ton di tahun ini dan 88,13 juta ton periode 2019," tegas dia. (Fik/Ndw)
nonasakamoto is offline   Reply With Quote
Sponsored Links