View Single Post
Old 28th February 2015, 10:44 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Sulap Limbah Kaca, Agusniasih Kantongi Omzet Rp8 Juta

Quote:
JAKARTA Perempuan Bali ini sempat memiliki usaha print kayu. Tapi usaha ini gulung tikar karena sepinya turis asing akibat tragedi Bom Bali. Kini, dia mantap membuat kerajinan dari limbah kaca yang tidak terpakai.

Dikisahkannya, tragedi bom Bali I dan II pada 2005 membuat usaha yang dirintisnya semakin terpuruk. Ketakutan warga mancanegara untuk datang ke Bali membuat usaha print kayunya harus dihentikan.

Agusniasih tidak patah arang dengan usaha pertamanya yang runtuh. Dia terus berusaha memutar otak. Benar saja, suatu ketika dia melihat limbah kaca di sebuah pabrik. Perempuan Bali ini pun langsung memiliki ide untuk memberi sentuhan dan mengubah nilai jual limbah tersebut.

"Setelah ada bom Bali usaha kami macet, kan tamu berkurang lalu kami berinisiatif kalau limbah kaca itu bisa diolah jadi barang berharga," ungkapnya kepada Okezone di Jakarta.

Saat ini ia menekuni kerajinan kaca dengan bermacam fungsi seperti cermin, bingkai foto, jam dinding, klap lampu, hiasan dinding dan tempat yang digunakan masyarakat Bali untuk menaruh sesajen. Harganya pun sengaja dipatok tidak terlalu tinggi. Untuk sebuah jam dinding dibanderol Rp50.000 hingga Rp70.000.

Agusnianingsih menuturkan harga terjangkau itu lantaran bahan baku yang dipakai terbilang murah. Biasanya ia mengambil pecahan-pecahan kaca dari pabrik kaca atau dari kaca yang tidak terpakai. Lalu pecahan kaca tersebut ditata hingga akhirnya memiliki nilai seni.

"Daripada kaca tidak dipakai itu ada di jalan, bahaya melukai orang lebih baik diolah jadi sesuatu yang unik," sebutnya.

Soal keuntungan, ujar Agusnianingsih pun tidak diragukan. Dari sebelumnya Rp1 juta per bulan, kini Agusniasih bisa mengantungi keuntungan hingga Rp8 juta per bulan. Keberhasilan ini bukan tanpa perjuangan.

Dari pegawai awalnya hanya 10 orang, saat ini ia memberdayakan 15 orang dengan sistem borongan. Dengan jumlah karyawan tersebut, dia bisa menghasilkan 30 buah kerajinan dalam sehari. Namun itu belum termasuk proses finishing.

Peralatan pendukung usaha yang sebelumnya dengan amplas tangan, kini sudah berekspansi menggunakan mesin. Penggunaan mesin semakin memudahkan dalam memproduksi barang secara masif.

Dengan segala yang ia miliki saat ini, Agusniasih ingin terus mengembangkan usahanya dengan membeli mesin produksi terbaru. Ruangan untuk menampung mesin juga harus diperluas. "Mesin produksi sudah memakan banyak tempat di ruang usaha yang sekarang, ujar dia.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links