View Single Post
Old 3rd March 2015, 08:43 PM   #1
Wk. RT
 
Join Date: 13 Nov 2014
Userid: 2859
Posts: 55
Likes: 0
Liked 0 Times in 0 Posts
Default Penandatanganan Akta Jual Beli Rumah KPR (AJB)

Rumah Strategis Gayungsari Akta Jual Beli Rumah KPR (AJB) Pada intinya, jual beli tanah berbentuk jelas serta tunai. Ini bermakna dikerjakan di hadapan Petinggi Pembuat Akta Tanah (PPAT) serta harga nya telah dibayar lunas. Apabila bandrol harga jual beli rumah itu belum dibayar lunas, jadi pembuatan Akta Jual Beli Rumah KPR (AJB) belum dapat dikerjakan. Dalam soal pembelian rumah KPR, jadi akta jual beli Rumah KPR tersebut di kerjakan waktu dikerjakannya akad KPR Rumah di depan Petinggi Pembuat Akta Tanah (PPAT)/notaris, pihak Bank penyalur KPR, depelover serta konsumen rumah/penerima KPR. Ringkasnya, pihak Bank penyalur KPR jadi wakil konsumen serta beli rumah dengan cara tunai dari pihak depelover/penjual sampai Akta Jual Beli Rumah KPR (AJB) dapat di buat.

Penandatanganan Akta Jual Beli Rumah KPR (AJB)

Setelah Penjual serta Konsumen menyerahkan sertifikat tanah, bukti setor pajak serta dokumen jati diri beberapa pihak serta membayar komponen cost transaksi, jadi Penjual serta Konsumen menghadap ke PPAT untuk di tandatangani AJB. Penandatanganan itu harus dikerjakan dihadapan PPAT serta umumnya disaksikan oleh 2 orang saksi yang juga ikut di tandatangani AJB. Biasanya ke-2 orang saksi itu datang dari kantor PPAT yang berkaitan.

Balik Nama Akta Jual Beli Rumah KPR (AJB)

Setelah penandatanganan Akta Jual Beli Rumah KPR (AJB) dikerjakan, langkah selanjutnya yaitu lakukan balik nama sertifikat rumah dari nama Penjual jadi nama Konsumen. Sistem balik nama dikerjakan di Kantor Pertanahan oleh PPAT. Sistem balik nama ini dapat berjalan lebih kurang satu hingga tiga bln.

Biaya dalam Akta Jual Beli Rumah KPR (AJB)

Disamping bandrol harga jual-beli tanah, biaya yang lain yang butuh dikeluarkan baik oleh penjual maupun customer yakni Pajak Pendapatan (PPh) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Pajak Pendapatan mesti dibayar oleh Penjual sebesar 5% dari bandrol harga tanah, tengah Customer mesti membayar Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 5% sesudah dikurangi Nilai Jual Obyek Pajak Tidak Terserang Pajak (NJOPTKP). Kecuali pajak, biaya yang lain yang diperlukan dikeluarkan yakni service PPAT yang umumnya ditanggung bersamaan oleh Penjual dan Customer.

Pada prinsipnya, bank penyalur Credit Pemilikan Rumah bakal menukar posisi konsumen untuk membayar pembelian rumah pada penjual (developer). Dalam praktiknya, proses akad KPR Rumah dengan proses Akta Jual Beli Rumah KPR (AJB) dapat dikerjakan dengan cara berbarengan. Hal semacam ini sesuai sama perjanjian pada bank penyalur KPR itu dengan pihak developer. Cermatilah besar serta jenis cost jual beli rumah diluar bandrol harga rumah saat sebelum beli rumah kpr.

Sumber: http://videoproperti.com/penandatang...rumah-kpr-ajb/
surya93 is offline   Reply With Quote
Sponsored Links