View Single Post
Old 9th March 2015, 06:35 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 20 Nov 2014
Userid: 2900
Posts: 1,236
Likes: 0
Liked 1 Time in 1 Post
Default Tim Indonesia Bantai Iran 5-0


PALEMBANG - Tim Piala Davis Indonesia memukul Iran dengan skor 5-0 pada putaran pertama Grup II Zona Asia Oceania di Palembang, Minggu 8 Maret 2015. Petenis tunggal putra, Aditya Harry Sasongko, mempecundangi Shahin Khaledan. Aditya mengekor capaian tiga rekannya pada nomor tunggal yakni Christopher Rungkat, Sunu Wahyu Trijati, dan David Harry Sasongko, dengan mengalahkan Shahin dalam dua set langsung 6-2, 6-1 dalam sistem best of three (pemain harus menang dua set).

Sementara satu kemenangan Indonesia lainnya disumbangkan nomor ganda atas nama Christopher Rungkat dan David Agung Susanto, mengutip dari Antara, Senin (9/3/2015).

Pertandingan Aditya melawan Shahin sempat ketat pada awal set pertama. Meski laga ini tidak lagi menentukan tapi Iran enggan melepasnya begitu saja demi semangat untuk memberikan perlawanan dalam ajang beregu putra paling bergengsi ini.

Perebutan game keempat sempat berlangsung seru ketika Indonesia sudah unggul 2-1. Setelah "game poin" milik Iran mampu dipatahkan David, pertandingan pun berlanjut dengan deuce hingga enam kali untuk menentukan pemenang. Jika sebelumnya, Aditya mampu mengendalikan permainan di saat genting, kini giliran Iran yang mengambil kendali dengan memenangkan permainan "baseline" (menempatkan bola persis di bagian dalam batas garis permainan tunggal). Kedudukan pun bisa disamakan menjadi 2-2.

Namun, upaya keras Shahin ini tidak berlanjut pada game berikutnya. Aditya akhirnya mampu mencetak "break" pada game ke-8 yang menjadi game penentuan, sehingga menutup set pertama dengan skor 6-2.

Pada set kedua, Shahin yang mulai kehilangan motivasi untuk menang membuat Aditya semakin tidak ragu dalam mematikan bola. Beberapa permainan cantik di depan net berhasil dikemas Aditya yang langsung disambut sorak-sorai penonton yang memadati tribun lapangan utama Stadion Bukit Asam Jakabaring.

Pertandingan pada set kedua ini mampu ditutup Aditya dengan kemenangan 6-1 dalam waktu satu jam 45 menit, lantaran di penghujung game, Shahin semakin frustasi.

"Sejak awal saya bertekad memenangkan pertandingan ini meski sudah tidak ada pengaruh lagi bagi tim (sudah dapat tiket ke putaran kedua, red). Pertandingan ini penting buat saya secara pribadi dan tim, agar ke depannya kami bisa lebih percaya diri," jelas David.

Sementara, Khaledan mengakui permainan Aditya lebih baik darinya karena lebih memahami kondisi lapangan dan telah beradaptasi dengan kondisi cuaca Kota Palembang.

"Saya merasa udaranya panas sekali dan ini sangat mengganggu, selain itu saya memang terbiasa bermain di lapangan tanah liat, sementara di sini lapangannya 'hard court'. Selain itu, saya juga melihat ada semangat yang tinggi dari tuan rumah untuk menang karena mendapat dukungan dari penonton," ujarnya.

Menurut dia, jika saja pertandingan digelar di Iran, maka timnya tidak akan menuai kekalahan telak hingga 5-0 dengan tak satupun set berhasil dimenangkan oleh petenis negeri Persia itu.

"Jelas kami sangat kecewa sekali, karena saat ke Palembang juga memupuk harapan yang besar untuk membalas kekalahan tahun 2011 lalu dengan skor 3-2," imbuhnya.

Sementara pelatih Indonesia, Roy Therik mengatakan tidak menyangka anak asuhnya mampu menuai hasil sempurna pada putaran pertama ini.

"Sejak awal memang ada kepercayaan diri bakal menang dari Iran karena pada 2011 saja ketika main di Teheran bisa menang apalagi ini di Palembang. Tapi, saya benar-benar tidak menyangka bakal sapu bersih dan tak satu pun ada set yang lepas," urainya.
sumber http://sports.okezone.com/read/2015/...antai-iran-5-0
agung209 is offline   Reply With Quote
Sponsored Links