View Single Post
Old 15th March 2015, 12:03 AM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 20 Nov 2014
Userid: 2900
Posts: 1,236
Likes: 0
Liked 1 Time in 1 Post
Default Bola Voli, Pintu Pelatnas Belum Tertutup

Quote:

Pemain Jakarta Electric PLN (dari kiri) Yolla Yuliana, Wilda Nur Fadilah, dan Tri Retno Mutiara saat bermain menghadapi Jakarta Pertamina Energi dalam kompetisi Proliga di Palembang, beberapa waktu lalu. Mereka menjadi bagian dari atlet pelatnas voli yang akan disiapkan untuk SEA Games Singapura 2015.
KOMPAS.com - Tim nasional bola voli Indonesia untuk SEA Games 2015 telah terbentuk sejak enam bulan lalu. Sebanyak 19 atlet putra dan 17 atlet putri terpilih mengikuti pemusatan latihan nasional. Namun, kesempatan mengharumkan nama Indonesia di Singapura, 5-16 Juni, masih terbuka bagi mereka yang tampil baik pada kompetisi voli Pertamina Proliga musim ini.

Saat menghadapi Jakarta Bank DKI pada putaran pertama di Malang, Jawa Timur, bulan lalu, Muhammad Ansori tak bisa melepaskan pandangannya dari Legisya Nur Asyiah. Pelatih Jakarta PGN Popsivo, yang juga pelatih timnas voli putri, itu terpikat dengan penampilan menawan pemain muda dari tim lawan tersebut.

Seusai pertandingan yang dimenangi Popsivo, 3-0, itu, Ansori menghampiri Eko Waluyo, asistennya di timnas yang kebetulan melatih Bank DKI. "Ko, permainan Legisya maju pesat, ya. Bagaimana kalau kita beri kesempatan dia masuk pelatnas?" ungkap Ansori. Eko mengiyakan penilaian positif terhadap atlet berusia 18 tahun itu.

Tahun lalu, saat Bank DKI ditangani pelatih Tiongkok, Huang Miancheng, Legisya lebih banyak duduk di bangku cadangan. Kini, ia membayar kepercayaan sebagai pemain utama dengan penampilan apik. Meski masih belia, spike- nya tajam dan mau bekerja keras membantu pertahanan dengan penerimaan bola yang bagus.

Peluang Legisya masuk pelatnas cukup besar. Apalagi, di dalam skuad timnas saat ini ada sejumlah pemain yang hanya menjadi pemain cadangan tim masing-masing di Proliga, seperti Siska Putri Rosaningrum, Faiska Dwi Permata Ratri, Nandita Ayu Salsabila, dan Tiara Putri Anggraeni.

Tak hanya bagi pemain muda, kesempatan juga terbuka untuk pemain senior. Eko rupanya tertarik dengan penampilan oke pengumpan (setter) Popsivo, Rita Kurniati. Kendati sudah berusia 36 tahun, umpan-umpan mantan pengumpan terbaik nasional itu masih yahud.

Ia bahkan masih sering memperagakan trik "menipu" lawan dengan menempatkan bola di area yang kosong. Kematangannya itu boleh dibilang menjadi salah satu kunci sukses Popsivo untuk berada di puncak klasemen putri.

Ansori pun setuju. Rita dianggap masih pantas untuk menggantikan salah satu dari Komang Bumi Rekta atau Zara Alfa Lautania, dua pengumpan timnas saat ini yang penampilannya angin-anginan. "Setter itu sangat penting karena bertugas mengatur ritme permainan dan menentukan bagus-tidaknya serangan. Soal kondisi fisik Rita yang jauh menurun, itu bisa disiasati dengan sistem rotasi pemain," ujar Ansori.

Di bagian putra, pelatih timnas Ibarsjah Djanu Tjahjono juga belum menutup pintu pelatnas. Hanya saja, ia cenderung mengutamakan pemain muda ketimbang memberikan kesempatan lagi untuk atlet senior. Ayip Rizal, misalnya, meski sudah berusia 30 tahun, masih sanggup tampil di level tertinggi bersama Jakarta Pertamina Energi.

"Ayip memang masih bagus. Namun, banyak juga pemain muda yang level permainannya mulai mendekati atau sama dengan Ayip. Sudah saatnya tim putra regenerasi supaya tak semakin tertinggal dari Thailand," ungkap Ibarsjah yang membawa Surabaya Samator juara Proliga musim lalu.

Sejak meraih medali emas voli putra pada SEA Games 2009 di Laos, Indonesia harus puas membawa pulang perak pada dua SEA Games terakhir (2011 dan 2013) karena kalah bersaing dengan Thailand.

Ibar, sapaan akrab Ibarsjah, tak ingin dominasi "Negeri Gajah Putih" berlangsung lama seperti yang terjadi di tim putri. Sejak 1995, tim putri Thailand selalu membawa pulang emas, sementara tim putri Merah-Putih terakhir kali menjadi juara pada 1983.

Kompetisi Proliga menjadi ajang evaluasi bagi atlet yang untuk sementara bergabung dengan pelatnas. Menurut Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Yamin Nuriman, jumlah skuad pelatnas akan ditetapkan menjadi 12 atlet putra dan 12 atlet putri setelah pelaksanaan Proliga, April nanti.

Pelatih diberi wewenang untuk mencoret atau bahkan mengganti dengan pemain baru yang bersinar di Proliga. Sebanyak 24 atlet putra dan putri yang terpilih mewakili tim Merah-Putih di SEA Games bakal menjalani pemusatan latihan selama 42 hari sebelum tampil di Singapura.

"Selama persiapan menuju SEA Games, tak ada agenda uji coba ke luar negeri. Kami fokus mengembalikan bentuk permainan terbaik pemain yang biasanya menurun usai Proliga," ujar Yamin.

PBVSI belum menentukan tempat pemusatan latihan. Saat ini, ada tiga lokasi yang dipertimbangkan untuk dipilih, yakni pedepokan voli Sentul, Surabaya, atau Bandung, mengingat banyaknya atlet pelatnas yang berasal dari Jawa Timur dan Jawa Barat.

Tim voli putra dan putri dibebani target untuk mempertahankan pencapaian dua tahun lalu di Myanmar. Khusus tim putra, PBVSI berharap Machfud Nurcahyadi dan kawan-kawan mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun untuk mengakhiri kedigdayaan Thailand. "Level tim putra tak jauh berbeda dengan Thailand. Mereka hanya unggul dalam kekompakan karena sudah berkumpul bertahun-tahun," kata Yamin.

Ini berbeda dengan tim putri yang kemampuannya masih setingkat di bawah Thailand dan Vietnam. "Sulit berharap ada keajaiban untuk mengalahkan mereka. Namun, setidaknya, kami akan berusaha keras memberikan perlawanan sengit ketika menghadapi mereka," ujar Ansori.

Jangan pernah menyerah, kawan-kawan
sumber http://olahraga.kompas.com/read/2015...Belum.Tertutup
agung209 is offline   Reply With Quote
Sponsored Links