View Single Post
Old 18th March 2015, 08:12 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Pelabuhan Cilamaya Dibangun, Jakarta Bisa Gelap Gulita

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembangunan pelabuhan Cilamaya diyakini bisa mengganggu pasokan listrik di Pulau Jawa, khususnya Ibu Kota DKI Jakarta. Tak hanya itu, petani juga akan terkena dampak akibat terhentinya pasokan pupuk urea.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Direktur Produksi Teknik dan Pengembangan PT Pupuk Kujang, Dana Sudjana, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (18/3/2015). Menurutnya, pembangunan Pelabuhan Cilamaya akan berdampak sangat serius bagi banyak pihak.

Bagi Pupuk Kujang, misalnya, akan menyebabkan pasokan gas yang selama ini diperoleh dari Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE-ONWJ), akan turut terhenti pula. Dan karena tidak ada pasokan gas yang menjadi bahan baku pembuatan pupuk Urea, maka otomatis produksi Urea Pupuk Kujang juga akan terhenti.

Akibatnya sangat luar biasa. Petani di Jawa Barat, termasuk Karawang yang selama ini menjadi lumbung padi nasional akan menjerit, karena tidak akan ada lagi pupuk yang sangat dibutuhkan. Karena selama ini, lanjut Dana, kebutuhan Urea petani Jawa Barat memang dipasok oleh Pupuk Kujang. Pasokan tersebut, imbuhnya, sekitar 600 ribu ton per tahun sebagai Urea subsidi.

"Tentunya hal tersebut akan mengganggu program pemerintah terkait kedaulatan pangan," kata Dana.

Tidak hanya itu, lanjut dia, banyak industri lain sepanjang jalur pipa gas sampai dengan Cilegon juga akan merasakan dampak yang sama. Hal ini terjadi, kata Dana, karena pengguna gas bukan hanya Pupuk Kujang. Bisa dibayangkan, bahwa gelombang PHK pun akan menerpa pada berbagai industri tadi.

Oleh karena itu lah, Dana memberi saran kepada pemerintah, agar memindahkan rencana pelabuhan ke tempat lain yang tidak mempunyai dampak terhadap infrastruktur gas yang ada di sekitar Cilamaya. "Mungkin geser ke arah timur seperti Cirebon," ungkapnya.

Dampak serius akibat terganggunya pasokan gas dari PHE-ONWJ sebagai akibat pembangunan Pelabuhan Cilamaya, juga akan dialami PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Seperti disampaikan Kepala Divisi Minyak dan Gas Bumi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Suryadi Mardjoeki, beban PLN akan semakin berat karena ada beban biaya tambahan sebagai konsekeunsi pengalihan pada LNG.

Besarnya beban itu sangat luar biasa. Sebagai gambaran, lanjutnya, selisih harga antara harga gas LNG dan PHE-ONWJ sekarang sekitar USD 5 per mmbtu. Artinya, jika volume yang dibutuhkan 120 bbtud, maka beban biaya tambahan yang harus dikeluarkan adalah USD 600 ribu per hari. Dengan kurs saat ini sekitar Rp13.000, maka kerugian yang akan dialami PLN adalah Rp234 miliar per bulan atau sekitar Rp2,8 triliun per tahun. "Sudah pasti ini sangat memberatkan bagi PLN," katanya.

Tidak hanya itu, dampak buruk lainnya, seandainya pasokan LNG juga tidak berjalan dengan lancar. Karena dengan demikian, maka PLN juga tidak akan bisa memasok listrik kepada ibu kota. "Jakarta akan gelap gulita," kata Suryadi singkat.

Demi menghindari dampak tersebut, Suryadi juga menyarankan agar rencana Pelabuhan Cilamaya dipindahkan ke Cirebon. "Kalau bisa digeser ke Cirebon lebih bagus karena di sana juga akan ada rencana pembangunan pembangkit di Sunyaragi sehingga dekat dengan pusat beban baru pelabuhan peti kemas tersebut," pungkasnya.


http://ekonomi.metrotvnews.com/read/...a-gelap-gulita
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links