View Single Post
Old 18th March 2015, 08:41 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Cheetham Gelontorkan USD30 Juta Bangun Pabrik Garam

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Cheetham Garam Indonesia berniat membangun pabrik garam di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menggelontorkan dana hingga USD30 juta.

Presiden Direktur PT Cheetham Garam Indonesia, Arthur Tanudjaja, menjelaskan, investasi tersebut merupakan investasi keseluruhan termasuk pembangunan infrastruktur. Nantinya, dana tersebut digunakan untuk membuat tanggul, bendungan, pembangunan pabrik, penyediaan mesin panen otomatis dan lainnya.

Namun sayangnya, hal itu masih harus tertunda karena terkendala lahan. Menurut dia, untuk membangun pabrik garam dibutuhkan lahan minimal sebanyak 1.000 hektare (ha). Saat ini, pihaknya hanya mampu menyediakan lahan sekitar 750-800 ha, sedangkan sebanyak 250-270 ha masih menjadi kendala.

"Kami harus membangun minimal 1.000 ha atau lebih. Karena kami harus bangun infrastruktur seperti pelabuhan. Kalau hanya lahan 700 ha itu sulit, karena sisa lahannya bakal lebih sulit lagi didapatkan nantinya," ungkap Arthur, saat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 52-53, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2015).

Meskipun demikian, lanjut dia, pihaknya optimistis permasalahan lahan ini akan segera terselesaikan. Bahkan, ia memberi target penyelesaian lahan hingga akhir Juni tahun ini.

Ia menambahkan, jika terealisasi, total kapasitas pabrik garam tersebut sebesar 200 ribu ton. Namun potensi tersebut bakal bertambah karena akan ada tambahan potensi plasma dari petani setempat sebanyak 30-40 ribu ton per tahun.

Selain itu, pihaknya juga meyakini, jika pabrik tersebut terealisasi, maka akan mampu mengurangi impor garam industri sebesar 10 persen. Impor garam industri saat ini sebanyak dua juta ton dalam satu tahun. "Ini bakal mengurangi impor (garam), walaupun tidak menyetop (impor garam) semuanya," papar dia.

Nantinya, tambah dia, harga garam industri pabrik Cheetham tersebut juga bakal menyaingi harga impor. Pihaknya juga tak mematok disparitas harga dengan produk impor, melainkan mengikuti harga produk garam industri impor.

Garam industri tersebut ditujukan untuk penyediaan kebutuhan industri makanan dan minuman dalam negeri. Walaupun begitu, ia tak memungkiri jika nantinya juga ada garam yang diekspor ke luar. "Kita bisa ekspor, tapi tergantung penyediaan dan permintaan," ujar dia.

Arthur menambahkan, pabrik tersebut secara langsung dapat mempekerjakan kurang dari 100 orang. Namun dampak dari plasma yang disediakan oleh petani garam sekitar, bisa berdampak sebanyak ratusan orang.

"Kita anggap saja kalau per hektare ada dua orang, maka untuk 100 ha sekitar 200 orang petani. Selain itu, kita sediakan infrastruktur, transfer teknologi kepada petani agar hasil garam menjadi berkualitas, jadi kita beli sama-sama," pungkas Arthur.


http://ekonomi.metrotvnews.com/read/...n-pabrik-garam
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links