View Single Post
Old 22nd March 2015, 07:08 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Importir Gula: Kami Siap Bangun Pabrik, Asal Diberi Lahan

Jakarta -Agar pemerintah tak lagi mengimpor gula mentah (raw sugar), industri gula rafinasi perlu membangun pabrik berbasis tebu rakyat. Namun, pengusaha gula rafinasi mengaku sulit untuk membangun pabrik lantaran masalah lahan.

Saat ini, pengusaha gula rafinasi harus mengimpor gula mentah sebanyak 3 juta ton setiap tahunnya, karena tak ada pasokan dalam negeri yang memenuhi spesifikasi gula rafinasi yang butuh rendemen yang tinggi.

Pemerintah sebenarnya sudah mendorong pengusaha gula rafinasi ini agar membangun pabrik yang berbasis tebu rakyat, agar impor bisa dihentikan, juga bisa membuka lapangan kerja. Namun hingga kini, hal itu belum terealisasi.

"Sudah komitmen, tapi belum ada yang beroperasi. Masih commisioning," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI), Riyanto kepada detikFinance, Minggu (22/3/2015).

‎Dia mengatakan, saat ini ada 11 perusahaan gula rafinasi yang menunjukkan minatnya untuk membangun pabrik gula rafinasi berbasis tebu. Tetapi ada persoalan lahan.

"Semuanya sudah komitmen sejak 6 tahun lalu, sudah dicari-cari ke mana-mana. Ini cuma masalah lahan. Kami ditanya sama Mendag, siap nggak bikin pabrik. Kami siap, asal diberikan lahan," tegasnya.

Riyanto mengatakan, jika pabrik gula tersebut bisa terealisasi, lalu impor dihentikan, maka bisnis gula di dalam negeri pun akan lebih ekonomis. Dia juga mengusulkan agar kualitas produksi gula di pabrik gula Indonesia saat ini ditingkatkan.

"Kalau pabrik gula tebu itu rendemennya 10, kita nggak perlu impor," katanya.


http://finance.detik.com/read/2015/0...lahan?f9911013
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links