View Single Post
Old 26th March 2015, 08:06 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Mbah Jirah Penghuni Lereng Merapi Kini Memiliki Rumah Baru

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Mbah Jirah, seorang nenek yang dulu tinggal di gubuk sederhana di Turgo RT02 RW 01, Purwobinangun, Pakem, Sleman, kini merasakan senang.

Sebab, nenek yang tinggal di gubuk reyot bersama seekor anjing bernama Semut ini akan memiliki rumah baru permanen berukuran sekitar 4 x 4 meter.

Rumah yang akan digunakan nenek berusia 90 tahun ini berasal dari bantuan pemerintah dan warga setempat.

Bantuan pembangunan ini juga datang dari orang-orang yang ingin membantu Mbah Jirah.

Pembangunan rumah Mbah Jirah dilakukan oleh warga sekirtar secara bergotong royong.

Mereka rela membangunkan rumah Mbah Jirah tanpa dibayar sepersen pun.

Musimin, tetangga Mbah Jirah menyatakan, pembangunan rumah itu dilakukan setelah berita mengenai kehidupan memilukan Mbah Jirah beredar luas di media.

Ia juga turut mengucapkan kepada Tribun Jogja yang sudah memuat brita Jirah baik di koran atau di berita internet.

Sehingga banyak kalangan masyarakat yang datang dan memberinya bantuan.

"Bantuan yang kami terima berupa bahan material bangunan, uang dan beberapa bahan makanan," ujar Musimin di sela-sela membangun rumah Jirah.

Saat masyarakat bergotong royong membangun rumah Mbah Jirah, Kepala Desa Purwobinangun, Heri Swasana dan Kepala Camat Pakem, Joni Suhartono datang untuk meninjau pembangunan rumah Jirah yang sedang berlangsung.

"Untuk bantuan semen dari pihak kecamatan dan batako dari pihak Kelurahan selebihnya dari bantuan orang-orang (warga). Namun untuk bahan kayu kami ambilkan dari pohon milik Jirah yang ada disekitar rumahnya," ujar Heri Swasana.

Joni Suhartono menambahkan, ia dan seluruh masyarakat Turgo sangat berterimakasih kepada para pemberi bantuan dan pekerja bangunan.

Mereka rela bergotong royong memberikan tenaganya untuk membantu Jirah yang hidup sebatang kara.

Mbah Jirah saat ditemui Tribun Jogja di dapur Musimin mengaku senang dengan dibuatkannya rumah baru.

Ia merasa nyaman meski rumah baru itu berukuran tak terlalu besar.

"Saya senang dibuatkan rumah baru, saya sudah tidak akan kedinginan dan kepanasan lagi," ujar Mbah Jirah.

Ia mengucapkan terima kasih atas segala bantuan yang diberikan masyarakat kepadanya.

Sebelumnya, Mbah Jirah tinggal sebuah gubuk tua yang reot berukuran 2x3 meter. Ia hanya hidup seorang diri dan hanya ditemani seekor anjing bernama Semut.

Rumahnya tepat berada di depan greenhouse penangkaran anggrek dusun Turgo.

Kendati demikian membutuhkan tenaga ekstra untuk bisa sampai di gubuk mbah Jirah.

Hal itu lantaran jalan yang harus dilalui berupa jalan setapak berbatu dan memiliki sudut kemiringan sekitar 45 derajat.

Di sekeliling jalan setapak masih terdapat banyak pohon-pohon rindang, begitupula di sekeliling rumah mbah Jirah yang berpagar semak belukar.

Gubuk berukuran kecil tersebut hanya berdindingkan bambu dan spanduk bekas.

Tentu saja rumah tersebut tak bisa melindunginya dari dinginnya udara lereng merapi kala malam. Di dalam rumah pun hanya terdapat meja dan kursi yang sudah usang.

Sementara untuk tidur, ia hanya beralaskan tikar dimana diatasnya berserekan baju-baju untuk membungkus tubuh tuanya.


http://www.tribunnews.com/regional/2...iki-rumah-baru
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links